• DIMETERAIKAN DENGAN ROH KUDUS
  • Efesus 1:13-14
  • Lemah Putro
  • 2026-05-24
  • Pdt. Paulus Budiono
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
dimeteraikan-dengan-roh-kudus

Shalom,

Kita harus yakin Alkitab yang sudah dikanonisasi ini tanpa salah karena para penulisnya diurapi oleh Roh Kudus yang sama. Dan hari ini kita memperingati hari Pentakosta – turunnya Roh Kudus yang terjadi pada orang-orang percaya yang berkumpul di satu tempat (Kis. 2). 

Berkaitan dengan Roh Kudus, apa tulisan Rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat Efesus? “Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Ef. 1:13-14)

Kapan Roh Kudus dimeteraikan? Rasul Paulus menulis surat Efesus saat dia dipenjara di Roma (Ef. 3:1; 4:1; 6:20) sebelum akhirnya dia dieksekusi. Perlu diketahui urapan Roh Kudus tidak berhenti pada orang-orang yang sudah meninggal tetapi tetap berjalan hingga saat ini oleh karena Nama Yesus.

Apa itu meterai dan apa fungsinya? Meterei adalah stempel atau tanda/cap resmi yang berfungsi mengesahkan, menyegel untuk menunjukkan kepemilikan Tuhan dan jaminan keselamatan sepenuhnya di hari penebusan. 

Kita dimeteraikan oleh Roh Kudus untuk disucikan dari hidup lama yang penuh dengan kenajisan (1 Kor. 6:11). Kita tidak perlu memakai cara macam-macam agar dipenuhi oleh Roh Kudus seperti pengalaman 120 orang yang tidak mengetahui sebelumnya bahwa lidah-lidah api akan bertebaran dan hinggap pada mereka sehingga mereka dipenuhi Roh Kudus lalu berkata-kata dalam 17 bahasa di luar bahasa Yahudi. Kisah turunnya Roh Kudus dalam bentuk lidah-lidah api maupun seperti burung merpati (Mat. 3:16) hanya terjadi sekali dan tidak terulang lagi hingga saat ini. Contoh: Ananias menumpangkan tangan ke atas Saulus lalu Saulus penuh dengan Roh Kudus; Petrus ditugaskan menemui Kornelius berakhir dengan dipenuhinya Kornelius dan saudara-saudara serta sahabat-sahabatnya dengan Roh Kudus (Kis. 10:24-44) dst. 

Melalui pemenuhan Roh Kudus, Yesus ingin agar tubuh-Nya – murid-murid-Nya juga orang-orang percaya – yang masih penuh kekurangan hanya memiliki satu kepala itulah Yesus. Buktinya, walau hanya memilki kasih phileo, Petrus tetap disuruh menggembalakan domba-domba-Nya. Petrus tidak dituntut harus mempunyai kasih Agape (dan dapat berbicara glosolali) lebih dahulu baru boleh menjadi gembala.

Di hari peringatan pencurahan Roh Kudus ini apa yang perlu kita perhatikan? “Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah….Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.” (2 Kor. 1:20-22)

Ssesungguhnya Tuhan sudah menyediakan tanda kepemilikan-Nya itulah Roh Kudus tetapi manusia tidak melihatnya. Contoh: Musa yang terkenal lemah lembut tidak dapat masuk ke Kanaan gara-gara emosinya meledak menghadapi orang Israel. Musa menyakiti Roh Kudus karena tidak menghormati kekudusan Tuhan (Bil. 20:12). Namun Tuhan masih baik dan memperlihatkan kepadanya seluruh negeri dari atas gunung Nebo sebelum dia mati (Ul. 34). 

Aplikasi: hendaknya kita hati-hati dengan kata-kata yang kita lontarkan karena dapat berakibat kita kehilangan Yerusalem baru. Meterai Roh Kudus yang Tuhan berikan kepada kita bertujuan agar kita hati-hati dalam perkataan dan tidak sembarangan menuruti emosi. 

Jangan kita mendukacitakan Roh Kudus yang dimeteraikan menjelang hari penyelamatan (Ef. 4:30) sebab tidak ada seorang pun tahu kapan Tuhan datang kembali. Rasul Petrus yang pernah menyangkal Yesus namun beroleh pengampunan mengingatkan pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek yang tidak percaya akan janji kedatangan Yesus (2 Ptr. 3:3-4). Bukankah sekarang viral berita Yesus bukan Anak Allah, Ia ciptaan Allah dll.?

Pertemuan Saulus, pembunuh pengikut-pengikut Yesus, dengan Tuhan ketika mendengar cahaya terang dari langit dan suara yang menanyakan mengapa menganiaya Dia (Kis. 9) membuatnya menyesal dan berubah total. Saulus dipenuhi Roh Kudus ketika Ananias menumpangkan tangan ke atasnya kemudian dipakai menjadi alat Tuhan dan dikenal dengan sebutan Paulus. Dia kemudian mengingatkan agar kita berdiri teguh tidak goyah dan giat dalam pekerjaan Tuhan sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih payah kita tidak sia-sia (1 Kor. 15:58).  

Perlu diketahui bahasa lidah merupakan salah satu meterai dari Roh Kudus untuk membangun diri sendiri karena berkata-kata kepada Allah dan tidak dimengerti oleh orang lain kecuali orang itu menafsirkannya sehingga jemaat dibangun (1 Kor. 14:2-4). Ingat, Tuhan mengerti semua bahasa di dunia juga bahasa yang ada dalam hati kita.  Berkomunikasilah yang baik dengan-Nya dan Roh Kudus yang diutus oleh-Nya adalah Roh Kebenaran yang tinggal bersama kita juga Roh Penghibur untuk selama-lamanya.  

Kalau begitu bagaimana kita merespons pemeteraian Roh Kudus ini? “Barang siapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.” (1 Yoh. 3:24)

Kita harus menuruti segala perintah Firman Tuhan, jangan menyimpang dari Firman-Nya juga jangan mendukacitakan Roh Kudus yang telah dimeteraikan dalam hidup kita. Dengan demikian Roh Allah ada di dalam kita. Urapan Roh Kudus di masa penciptaan (Kej. 1:1-3) masih berlaku dan tidak berubah hingga sekarang bahkan hingga Ia datang kembali menjemput gereja-Nya untuk menggenapi janji penebusan sepenuhnya dan tinggal bersama-Nya selamanya. Amin. 

  • Video Youtube Ibadah: