• JANGAN MERUSAK BAIT ALLAH
  • 1 Korintus 3:16-20
  • Lemah Putro
  • 2026-05-17
  • Pdt. Besar Hartono
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
jangan-merusak-bait-allah

Shalom,

Roh Kudus yang diberikan kepada kita akan memampukan kita untuk berbuat kasih, kuat menghadapi perjuangan hidup yang penuh tantangan juga hidup tertib dalam pekerjaan maupun pelayanan. Betapa berbahagianya kita, oleh karya Roh Kudus, kita yang dahulu hina menjadi pribadi sangat berharga bukan karena pencapaian, kesuksesan atau kekayaan tetapi semata-mata anugerah Allah yang menghargai setiap pribadi kita. Oleh sebab itu kita harus memelihara bait Allah itulah tubuh kita dari pencemaran jasmani maupun rohani. 

Kita harus menjaga pola hidup sehat secara fisik dengan olahraga sehat, jangan menunggu penyakit datang baru berolahraga atas anjuran dokter. Kita hidup tertib merawat bait Allah (tubuh kita) dari pencemaran jasmani. Perhatikan, merawat tubuh bukan untuk memuaskan keinginan hawa nafsu atau ajang kesombongan karena tubuh kekar tetapi supaya segar bugar. Kita harus menjaga ruang sakral/kudus tempat Roh Kudus berdiam di dalam tubuh kita sebagai hasil mahakarya Allah di dalam Yesus Kristus yang mati disalib, bangkit, naik ke Surga kemudian mengutus Roh Kudus untuk menyertai kita selama-lamanya.

Hidup ini bagaikan suatu pertandingan dan kita harus menjaga marwah salib Kristus sampai akhir hidup kita supaya di akhir pertandingan kita tetap dapat memelihara iman karena Roh Kudus berkarya di dalam perjalanan rohani kita. Roh Kudus menyatukan kita dari aneka suku, golongan dan latar belakang. Jangan lupa Allah memilih dan menguduskan tubuh kita untuk kemudian didiami oleh Roh Kudus! Untuk itu kita harus menghargai dan merawat tubuh kita dengan pola hidup dan pola makan sehat karena kita telah dibeli dengan harga yang mahal. Pekerjaan Allah masih sangat banyak dan membutuhkan tenaga-tenaga yang kuat dan segar bukan yang sakit-sakitan. Bayangkan saat suku Lewi memelihara segala perabotan dan bongkar-pasang bangunan Tabernakel di padang belantara untuk ibadah dan pindah dari satu tempat persinggahan ke tempat persinggahan lain! Tentu dibutuhkan tenaga fisik yang fit dan kuat. Kini perjanjian kurban penghapus dosa telah dibarui tidak lagi menggunakan darah hewan tetapi darah Anak Domba Allah sendiri. Betapa mulianya hidup kita! Oleh sebab itu marilah kita memberikan telinga untuk mendengarkan pengajaran Firman Tuhan agar tidak seperti Adam-Hawa yang lebih mendengarkan omongan si ular di Taman Eden berakibat jatuh ke dalam dosa. Biarkan ruang sakral di dalam tubuh kita dipenuhi Firman Tuhan untuk memuliakan Dia hingga tiba saatnya kita mengakhiri pertandingan yang diwajibkan tanpa cacat cela.

Sungguh Firman Tuhan yang hidup memberikan kita hikmat luar biasa asal kita tekun membaca dan mendengarkan Firman-Nya! 

Kesaksian Pembicara: putra sulung Beliau mendapat beasiswa full coverage untuk kuliah di Taiwan. Di negeri orang, si anak serius belajar dan setia membaca Firman Tuhan, tidak menghabiskan waktu bersenang-senang walau mendapat uang saku cukup untuk biaya hidup. Terbukti kerja keras dalam belajar membuahkan hasil. Dia lulus dengan predikat terbaik dan langsung mendapat pekerjaan sementara teman-temannya sulit mendapat pekerjaan dan balik ke Indonesia. Jadi, jangan meremehkan pembacaan Firman Tuhan yang memberikan hikmat dan menuntun masa depan orang-orang yang dikasihi-Nya. 

Kita menghadapi masa sukar di hari-hari terakhir ini (2 Tim. 3:1) tetapi percayalah Tuhan melindungi kita seperti telah dilakukan-Nya terhadap bangsa Israel ketika keluar dari Mesir dan membimbing mereka dengan tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari di padang gurun. Untuk itu kita harus dimatangkan oleh Firman pengajaran melalui tempat di mana kita digembalakan. Karakter kita diproses untuk tidak lagi ada benih perselisihan dan iri hati yang berujung pada perpecahan bahkan pembunuhan seperti dilakukan oleh Kain terhadap adiknya, Habel, gara-gara iri dan dengki. Jangan mendukacitakan Roh Kudus karena sifat-sifat jelek ini merugikan diri sendiri juga orang lain! 

Kita membangun karakter Kristus karena kita sudah dipertunangkan dengan mempelai Pria Surga. Kita harus  sadar bahwa tubuh kita adalah Bait Allah sehingga ke mana pun kita melangkah dan mengambil keputusan hendaknya sesuai Firman Tuhan. 

Sama seperti panas dan dingin yang ekstrem di padang belantara tidak dihilangkan oleh Tuhan tetapi Ia melindungi orang-orang pilihan-nya, kita juga harus menghadapi api ujian untuk memurnikan iman kita di atas dasar Yesus Kristus. Roh Kudus menguatkan kita dari serangan api ujian asalkan kita hidup tertib menjunjung tinggi ketulusan dan kejujuran. Ingat, Roh Kudus yang diam di dalam kita lebih besar daripada roh-roh yang ada di dunia (1 Yoh. 4:4). Roh Kudus juga menuntun kita memerangi perangai-perangai manusia lama untuk dibentuk menjadi manusia baru berkarakterkan Kristus sehingga kita dapat mempersembahkan tubuh yang berkenan kepada Tuhan.

Tuhan menghargai kita tanpa membeda-bedakan siapa pun. Ia memilih, menguduskan dan menempatkan Roh Kudus-Nya kepada semuanya. Roh Tuhan menertibkan kita dengan standar Ilahi sehingga pujian dan pelayanan yang kita kerjakan dengan kesungguhan dan ketulusan hati menghasilkan semerbak bau harum bagi Allah. 

Tubuh kita adalah Bait Allah dan Roh Kudus berdiam di dalamnya. Marilah kita menjaga dan merawat Bait Allah ini dengan baik. Jangan merusaknya dengan mendukacitakan Roh Kudus oleh sebab perbuatan dosa. Sebaliknya, kita memenuhi hati dengan Firman Tuhan yang berkuasa mengubah hidup berkarakterkan Kristus sehingga kita dapat mengakhiri pertandingan dengan baik dan berkenan di hadapan Tuhan. Amin.

  • Video Youtube Ibadah: