Shalom,
Jemaat Korintus diberkati Tuhan luar biasa tetapi ternyata masih ada perselisihan dan iri hati di dalamnya yang menimbulkan grup-grupan dengan tokoh-tokoh yang diidolakan padahal Paulus, Apolos, Kefas hanyalah pelayan yang dipercaya untuk menanam dan menyiram tetapi Allah yang memberi pertumbuhan (1 Kor. 3).
Sungguh hidup jasmani maupun rohani jemaat Korintus tidak kekurangan apa pun tetapi sangat ironis dilaporkan adanya percabulan atau perbuatan tunasusila di antara mereka. Bagaimana mungkin mereka ada Roh Kudus tetapi melakukan perbuatan dosa semacam itu bahkan masih bisa memuji Tuhan? Hati-hati karena ayat berikutnya menuliskan, “orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis sehingga binasa tubuhnya agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.” (ay. 5)
Rasul Paulus yang melahirkan jemaat Korintus sangat perhatian dan peduli kepada mereka walau tidak hadir di tengah-tengah mereka. Ketika mendengar ketidakberesan dalam jemaat, Paulus menegur dan mengingatkan agar menjauhkan diri dari pelaku percabulan – hidup dengan istri ayahnya (ay. 2).
Persoalan perzinaan dan percabulan berkaitan dengan kesucian hidup nikah. Memang tidak dapat diabaikan adanya seksual drive (dorongan seks, libido) tetapi jangan sampai kebablasan hingga mendukacitakan Roh Kudus namun masih bersikap sombong karena menganggapnya bukan masalah fatal. Percabulan ini pernah dilakukan oleh orang Israel, Ruben anak sulung Yakub yang melanggar kesucian dengan meniduri istri ayahnya (Kej. 49:1-4). Konsekuensinya, Ruben tidak lagi menjadi yang terutama dalam keluhuran dan kesanggupan meskipun saat itu belum ada hukum Taurat dan peraturan tertulis sehingga dianggap tidak ada pelanggaran (Rm. 4:15).
Sangat memprihatinkan percabulan yang tidak terdapat di antara bangsa kafir justru terjadi dalam jemaat Korintus, umat ketebusan Tuhan, padahal peraturan di Perjanjian Lama menuliskan, “Janganlah kau singkapkan aurat seorang istri ayahmu karena ia hak ayahmu.” (Im. 18:8)
Aplikasi: Alkitab benar-benar menekankan kabar mempelai tentang persatuan nikah hingga berakhir pada Jerusalem baru di mana Mempelai Pria Surga tinggal bersama mempelai perempuan-Nya selama-lamanya. Oleh sebab itu jagalah hidup nikah kita jangan sampai diganggu dan dirusak oleh Iblis. Sangat mengerikan kalau tubuh dirusak oleh Iblis walau rohnya diselamatkan pada hari Tuhan!
Bagaimana cara Iblis mengganggu bahkan merusak tubuh manusia? Ayub, orang saleh, jujur dan menjauhi kejahatan, seizin Allah dicobai Iblis habis-habisan hingga dia kehilangan anak, harta, bahkan tubuhnya rusak tetapi rohnya selamat. Iblis dengan antek-anteknya tidak akan pernah berhenti mencari mangsa untuk dirusak hingga tidak lagi dapat melakukannya saat mereka dilempar ke dalam lautan api dan belerang (Why. 20:10).
Apa respons Ayub menghadapi cobaan dari Iblis? dia mengaku, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ay. 1:21). Bagaimana dengan kita ketika kita mengalami banyak kehilangan? Apakah kita menerima dan mengucap syukur atau malah memberontak kepada Tuhan seperti diperbuat oleh istri Ayub? marilah kita belajar untuk tetap bersyukur dan memuji Tuhan dalam kondisi keberkatan maupun kekurangan. Ingat, hidup kita adalah milik Tuhan dan diciptakan menurut gambar-Nya.
Tetaplah menaati peraturan, larangan dan perintah Tuhan berkaitan dengan kesucian hidup seperti tertulis, “Seorang laki-laki, janganlah mengambil istri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya.” (Ul. 22:30) juga “Terkutuklah orang yang tidur dengan istri ayahnya sebab ia telah menyingkapkan punca kain ayahnya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: amin!” (Ul. 27:20)
Namun kenyataannya ada jemaat Korintus tidur dengan istri ayahnya tetapi bersikap sombong dan “rohani” padahal seharusnya dia sedih dan malu. Orang seperti itu harus disingkirkan dari persekutuan. Sejak awal Allah melarang Adam dan Hawa untuk makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat sebab berakibat mati pada hari mereka memakannya (Kej. 2:17). Ribuan tahun kemudian Rasul Paulus menegaskan upah dosa adalah maut (Rm. 6:23a). Kita yang berakal sehat tidak akan menyentuh apalagi meniduri istri ayah meskipun itu ibu sambung. Waspada, dosa yang dipelihara akan menjadi maut. Jangan berpikir dengan terus berbuat dosa maka makin bertambah kasih karunia itu (Rm. 6:1)!
Ironis, orang Korintus masih bersikap sombong walau hidup dalam dosa tanpa memedulikan kesukaan dari Roh Kudus. Beginilah kalau gereja hanya mementingkan ibadah liturgi hingga membiarkan roh manusiawinya yang memimpin bukan Roh Kudus. Setiap orang mempunyai roh dengan pola pandang beda satu sama lain tetapi hendaknya kita membiarkan Roh Kudus yang tinggal di dalam hidup kita memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:13). Yesus – Sang Firman – adalah kebenaran (Yoh. 14:6). Masalahnya, bagaimana kita dapat mengerti Tuhan kalau kita tidak pernah membaca Alkitab? Selain tekun membaca Firman, kita juga harus membuang semua keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan Roh Kudus (Gal. 5:17).
Jika kita terus berbuat dosa dengan sadar, ini membawa kita lebih dekat dengan dunia. Perhatikan, keselamatan bersifat pribadi dan personal, tidak dapat nebeng pada suami/istri yang lebih rohani walau kita (di)satu(kan) dalam Kabar Mempelai dan kita memulai perjalanan hidup rohani dalam pola Tabernakel di mana Allah berhadirat dimulai dari:
- Pintu gerbang → Satu-satunya keselamatan ada di dalam Yesus Kristus,
- Mezbah Kurban Bakaran → pertobatan,
- Bejana Pembasuhan → baptisan air untuk mengalami pembaruan hidup,
- Kandil Emas → menjadi saksi Tuhan,
- Meja Roti Sajian → hidup diisi oleh Firman Tuhan,
- Mezbah Pembakaran Ukupan → kehidupan doa,
- Tabut Perjanjian → pertemuan Mempelai Pria Surga dengan gereja sebagai mempelai perempuan-Nya.
Marilah kita bersikap tegas terhadap ketidaksucian karena dosa kita telah ditebus dengan darah Kristus yang sangat mahal. Untuk itu kita patut bersyukur kepada Tuhan dan tidak sembarangan mencemarkan diri dengan dosa kenajisan oleh godaan Iblis yang berusaha menghancurkan hidup kita lagi. Pertahankan kekudusan hidup hingga kita bertemu dengan Yesus Kristus, Mempelai pria Surgawi untuk tinggal bersama-Nya selamanya di Yerusalem baru. Amin.