• DIMETERAIKAN DENGAN ROH KUDUS
  • Efesus 1:13-14
  • Johor
  • 2026-05-24
  • Pdp. Samuel Sirait
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
dimeteraikan_dengan_roh_kudus

Shalom, 

Ketika kita melihat sebuah papan pada plang besi yang ditancapkan di tanah bertuliskan “Dilarang masuk, tanah ini milik PT X, pasal 551 KUHP ada denda”. Jelas kita mengerti tanah ini sudah ada pemiliknya dan orang lain tidak boleh sembarangan masuk karena tanah ini dilindungi oleh hukum dan ada konsekuensinya kalau dilanggar.  

Pesan apa yang ingin Rasul Paulus sampaikan kepada umat Tuhan di Efesus (juga kita) melalui tulisannya di Efesus 1:13-14)?

  • Kita menerima Injil yang menyelamatkan.

Bagaimana seseorang dapat mengalami keselamatan? Paulus menegaskan bahwa dasar keselamatan orang Kristen bukanlah hasil dari perbuatan baik atau usaha keras manusia tetapi oleh karena Injil keselamatan di dalam Kristus melalui pendengaran akan Firman kebenaran. 

Apa itu Injil? Kabar baik tentang Kristus dan apa yang diperbuat-Nya bagi orang berdosa. Karya-Nya yang terbesar ialah menyelamatkan kita dari lumpur dosa. Jadi, menolak berita Injil sama dengan menolak berita keselamatan. 

Perhatikan, keselamatan tidak ditemukan/diperoleh di luar Kristus. Untuk itu Injil harus didengar, diterima lalu dipercayai sebab iman timbul dari pendengaran oleh Firman Kristus (Rm. 10:17). Cara mendengarkan Firman juga tidak dapat dilakukan sambil lalu tetapi harus serius mendengarkan dan menanggapinya dengan hati hingga percaya akan Firman tersebut. Dengan kata lain, keselamatan bukan warisan dari orang tua yang beragama Kristen, tetapi kita harus mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. Formula/rumus keselamatan ialah mendengar – percaya – diselamatkan. Jadi tidak ada iman Kristen tanpa Injil Kristus; injil tanpa Kristus adalah Injil palsu seperti dipercaya oleh jemaat di Galatia. Waspada, orang yang keluar masuk gereja bukan jaminan dia menerima keselamatan kalau mendengarkan khotbah hanya lewat di telinga tetapi hatinya masih tetap penuh kepahitan. 

  • Dimeteraikan dengan Roh Kudus menjadi milik Allah. 

Kata “percaya” bukan berarti asal percaya di mulut tetapi disertai iman dan penyerahan hidup kepada Allah – mengandung kebergantungan dan komitmen dalam mengikut Dia. Kalau kiita sungguh-sungguh percaya kepada Allah, Ia akan memeteraikan kita dengan Roh-Nya untuk menjadi milik-Nya sepenuh. 

“Dimeteraikan” menunjukkan bukti sah, legal secara hukum dan tidak perlu diragukan lagi. Misal: ijazah, dokumen resmi, perjanjian penting pasti dimeteraikan. Pemeteraian Roh Kudus terjadi ketika seseorang percaya kepada Firman kebenaran yaitu injil. Di luar Injil, orang berdosa tidak beroleh keselamatan. Oleh sebab itu pemberitaan Injil masih perlu dilakukan baik melalui tulisan, kesaksian, KKR dll. 

Bila kita menjadi milik Allah, Roh Kudus yang tinggal di dalam kita akan memimpin kita. Roh Kudus bekerja luar biasa kepada siapa pun yang memberikan hidupnya untuk dipimpin oleh-Nya. Dan kita dimeteraikan dengan Roh Kudus yang sama seperti yang pernah turun atas 120 murid di ruang atas; bedanya sekarang tidak lagi dalam bentuk lidah-lidah api yang bertebaran dan hinggap pada mereka. Kini hidup kita adalah milik Tuhan (Rm. 14:7-9) dan Ia tidak pernah menolak kita yang datang kepada-Nya. Beda dengan penolakan demi penolakan yang dilakukan oleh keluarga, pasangan hidup dan lingkungan yang dapat mengakibatkan luka batin, merasa diri tidak berharga dan hilang harapan.

Kita dimeteraikan dengan Roh Kudus sebagai tanda kepemilikan Allah sepenuhnya; berarti Ia tidak tidak hanya menyelamatkan tetapi juga berjalan bersama kita. Perlu diingat menjadi orang Kristen bukan berarti bebas dari masalah tetapi kita mampu menghadapi tantangan dan ujian oleh sebab pimpinan-Nya. 

  • Roh Kudus adalah jaminan masa depan orang percaya.

Faktanya banyak orang ketakutan menghadapi masa depan yang makin suram penuh ketidakpastian baik di bidang pendidikan, ekonomi, hukum, sosial, kesehatan dst. Namun percayalah orang percaya tidak berjalan sendirian karena Roh Kudus adalah jaminan sampai kita memperoleh penebusan seluruhnya yang menjadikan kita milik Allah. Ini bukti keseriusan Allah kepada kita, orang-orang percaya. Bukankah sebelum naik Ke surga Yesus berjanji bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu (Yoh. 14:18)? tetapi Roh Kudus, Roh Penolong, menyertai kita selama-lamanya (ay. 16) dalam kondisi apa pun.

Introspeksi: apakah kita lelah menghadapi pergumulan hidup yang begitu berat? Lelah menghadapi masalah ekonomi yang tidak habis-habisnya? Lelah dalam pelayanan karena doa belum juga dijawab? Belum lagi masalah nikah dan rumah tangga yang makin rumit seakan-akan Tuhan menutup mata tidak peduli akan problem kita? Sesungguhnya (Roh) Allah hadir di setiap luka penderitaan yang sedang kita alami. Ia tidak pernah meninggalkan kita dan masih bekerja/berkarya hingga detik ini. Masalah apa pun yang kita alami tidak membatalkan apa yang Tuhan perbuat dalam hidup kita. Allah menjamin masa depan kita yang tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi – lebih baik atau malah lebih buruk. 

Kita boleh menghadapi pergumulan hidup yang berat tetapi jangan sampai kehilangan keselamatan kekal yang disediakan Tuhan bila kita mau percaya kepada-Nya dengan menerima Injil keselamatan untuk dimeteraikan dengan Roh Kudus sebagai tanda kepemilikan Allah. Perhatikan, mendengar Injil tidak langsung otomatis menyelamatkan tetapi mendengarkannya dengan sungguh-sungguh dan hati terbuka untuk menerimanya lalu percaya akan kebenaran Injil tersebut. Lamanya bergereja – hafal lagu-lagu rohani maupun cerita Alkitab – bukan jaminan seseorang sungguh-sungguh menerima Kristus dalam hidupnya kalau dia belum/tidak menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Hiduplah dengan meterai Roh Kudus sebagai tanda kepemilikan Tuhan yang terlihat dalam tutur kata, sikap dan perilaku seseharian hidup. Juga biarkan Roh Kudus memulihkan hati yang dingin, membakar semangat untuk lebih giat melayani Dia serta tetap teguh di tengah kondisi yang menggoyahkan iman sebab Roh Kudus menyertai kita selama-lamanya. Amin. 

  • Video Youtube Ibadah: