• SALAM PERSEKUTUAN
  • 1 Korintus 1: 3
  • Johor
  • 2026-01-18
  • Pdt. Paulus Budiono
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
salam_persekutuan

Shalom,

Kita sudah membaca surat 1 Korintus yang ditulis oleh Rasul Paulus dan Sostenes untuk jemaat di Korintus yang terletak di Asia Kecil. Apa isinya? “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah  Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.” (ay. 3)

Ternyata berkat kasih karunia dan damai sejahtera Allah tidak hanya diperuntukkan bagi jemaat di Korintus saja tetapi bagi semua, termasuk kita (bangsa kafir), yang membaca surat ini. Siapa pun dan dari mana pun yang berseru kepada Nama Tuhan Yesus Kristus dipanggil untuk dikuduskan (ay. 2). Sungguh sukacita besar terjadi ketika dari dua penulis yang telah dikuduskan merambat sampai ke seluruh dunia, termasuk kepada kita yang berdomisili di Surabaya! Namun jujur sering kita lupa bahwa kita sudah dibaptis dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, dipenuhi Roh Kudus untuk hidup dalam kekudusan. Ingat, jangan menyalahgunakan Nama Tuhan Yesus Kristus untuk pelayanan sekalipun karena akibatnya dapat ditolak oleh Yesus sendiri (Mat. 7:21-23). 

Kita harus menghargai surat tulisan Paulus tentang kasih karunia yang tidak sembarangan ditulis dan ditujukan tidak hanya kepada jemaat di Korintus (1 Kor. 1:3; 16:21-24; 2 Kor. 1:2) tetapi juga jemaat di Roma (Rm. 16:24), di Galatia (Gal. 1:3); di Efesus (Ef. 1:2); di Filipi (Flp. 1:2); di Kolose (Kol. 1:2) dst. Perhatikan, berkat kasih karunia dan damai sejahtera diberikan oleh Allah Bapa bagi siapa pun yang berseru kepada Nama Tuhan kita, Yesus Kristus. 

Bila kita cermati isi dari surat-surat yang diawali dan diakhiri dengan “berkat kasih karunia dan damai sejahtera”, di dalamnya terdapat banyak nasihat dan teguran bukan penghakiman atau hukuman. Contoh: anggota tubuh (Kristus) yang paling lemah justru sangat dibutuhkan (1Kor. 12:12); jemaat Galatia ditegur keras karena meninggalkan Injil sejati beralih pada injil palsu dst.; kita dianjurkan untuk hidup sehati sepikir dalam damai sejahtera (2 Kor. 13:11-13) dsb. 

Aplikasi: hendaknya dalam persekutuan maupun ibadah kita senantiasa mengawali dan mengakhirnya dengan berkat damai sejahtera dan pujian kepada Tuhan. Juga bersedia dinasihati maupun dikoreksi oleh Firman Tuhan. Jangan mempertahankan sifat-sifat lama (sombong, suka merendahkan orang lain dst.) karena tidak ada satu pun dari kita yang sempurna. Ilustrasi: menghadapi anak berumur 3 tahun yang sedang belajar makan menggunakan sendok dengan benar tidak perlu menggunakan kekerasan dalam mengajarinya tetapi dibimbing dengan sabar. 

Kita juga harus memelihara berkat kasih karunia dari Bapa Surgawi agar tidak hilang. Memang kefasihan bicara seorang pendeta mempunyai pengaruh tetapi jangan kemudian dielu-elukan melampaui Tuhan. Rasul Paulus menulis 13 kitab untuk jemaat (tempat) berbeda juga untuk perorangan seperti Timotius, Titus, Filemon yang beda tempat, suku dan bahasa. Surat-surat itu disimpan dan dapat kita baca sekarang. 

Heran, ternyata bukan hanya Rasul Paulus tetapi Petrus juga menyebut, “Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.” (1 Ptr. 1:1-2) Terbukti Rasul Paulus dan Petrus mempunyai satu Roh juga Allah Tritunggal. 

Aplikasi: di dalam tubuh Kristus, masing-masing anggota tubuh (kaki, tangan, telinga, mulut, mata dst.) mempunyai fungsi berbeda satu sama lain tetapi saling bekerja sama dan memiliki satu tujuan dan satu pandangan/visi.  

Kemudian Rasul Yohanes (96M) menulis, “Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu dari Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya.” (Why. 1:4)

Sekalipun empat Injil dan Kitab Para Rasul tidak langsung berbicara mengenai kasih karunia tetapi peran Roh Kudus tampak begitu nyata sehingga para rasul ke mana-mana menyampaikan hal ini bahkan Rasul Yohanes mengakhiri tulisannya, “Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: ‘Ya, Aku datang segera!’ Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.” (Why. 22:20-21)

Dimulai dengan kasih karunia Allah yang menciptakan langit dan bumi kemudian timbul banyak musibah yang mencoba memberontak dan merongrong pekerjaan Allah tetapi Ia tetap menang sementara Iblis kalah. 

Tahun berganti tahun dan begitu banyak manusia lahir seizin Tuhan hingga hari ini. Ada yang percaya kepada Tuhan namun tidak sedikit pula yang belum/tidak mengenal-Nya. Marilah kita memberitakan “kasih karunia dan damai sejahtera dari Bapa Surgawi di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus” agar mereka juga beroleh keselamatan dan kita hidup dalam persekutuan yang indah hingga Ia datang kembali untuk kedua kalinya menjemput kita yang dikasihi-Nya. Amin. 

  • Video Youtube Ibadah: