Shalom,
Kenyataannya, apa pun yang terjadi di dalam hidup kita tidak lepas dari kasih setia Tuhan dan ini menjadi dorongan bagi kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Alhasil, kita lebih mengenal Dia dan kemuliaan-Nya yang mendatangkan sukacita besar.
Perhatikan, sukacita dan kebahagian bukan karena harta beda dan kekayaan yang kita miliki tetapi kecukupan yang Tuhan berikan kepada kita – asal kebutuhan sehari-hari tercukupi. Sering kali kebahagiaan sirna akibat keinginan yang berkelebihan ketimbang kebutuhan.
Perlu diketahui Kitab mazmur ditulis berdasarkan urutan abjad Ibrani yang tersusun lengkap tidak dapat dikurangi atau dibolak-balik urutan abjadnya menunjukkan pentingnya untuk seluruh aspek hidup kita.
Apa dasar Daud memuji Tuhan menurut Mazmur 145?
- Memuji Tuhan karena kebesaran Nama-Nya (ay. 1-7).
Daud memuji TUHAN karena kebesaran Nama-Nya oleh sebab pertolongan-Nya saat di dalam penderitaan dan terimpit maupun di masa sukacita; itu sebabnya dia hendak mengagungkan Allah, Rajanya, dan memuji Nama-Nya untuk selamanya. Ini merupakan keyakinan iman sekaligus janji Daud kepada Tuhan bahwa dirinya tidak berubah untuk berharap kepada Tuhan sepanjang hidupnya.
Kita memuji Tuhan bukan karena kita senang tetapi suatu persembahan buah bibir/mulut yang keluar dari hati yang murni. Namun pujian ini menjadi tidak berkenan di hadapan Tuhan jika tidak disertai dengan hati yang jujur. Pujian menjadi persembahan yang diperkenan Tuhan bila didasari dengan kejujuran hati penuh harapan dan kecintaan untuk memuja serta mengagungkan Dia.
Nama Tuhan tentu tidak dapat dipisahkan dengan Pribadi-Nya. Tidak mungkin orang memuji Nama Tuhan tetapi tidak mengasihi Pribadi-Nya. Setiap orang mempunyai kepribadian sendiri-sendiri dan tidak sama satu dengan yang lain. Daud mengenal kepribadian Tuhan; oleh sebab itu dia memuji Nama-nya. Pribadi Yesus yang berkaitan dengan Nama-Nya antara lain: Yesus Kristus, Juru Selamat, Penebus, Anak Domba Allah, Gembala yang baik dll.
- Memuji Tuhan karena kebaikan -Nya (ay. 8-9).
Sungguh Tuhan itu sangat baik dan penyayang apa pun keadaan kita tidak akan mengubah kasih sayang-Nya terhadap kita. Ia baik dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya dengan tujuan supaya terjadi damai sejahtera dan mereka memuliakan Nama-Nya. Bagaimanapun juga pasti ada pihak yang menolak sehingga terjadi pemisahan bagaikan penampian gandum dan jerami (Luk. 3:17). Proses pemisahan ini terjadi terus-menerus menghasilkan kehidupan yang memiliki bobot/nilai yang berguna dan layak di hadapan-Nya.
Selain persembahan, puji-pujian sekaligus merupakan pengakuan diri dengan membuka hati seluas-luasnya kepada Tuhan. Ia melihat setiap hati saat memuji-Nya, adakah ditemukan penyucian hidup ketika menyanyi bagi-Nya?
Daud bukan orang yang sepenuhnya baik karena kenyataannya ada cacat cela yang tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan hidupnya. Namun Tuhan mengasihinya karena Daud bersedia diproses hidupnya oleh kuasa Tuhan.
Introspeksi: sadarkah bahwa tidak ada seorang pun dari kita ini sempurna? Bersediakah (Firman) Tuhan mengerjakan hidup kita untuk menjadi sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, yakni menjadi serupa dengan-Nya? Kalau binatang-binatang ciptaan-Nya dapat mengeluarkan suara-suara indah terlebih kita yang sudah sepatutnya memuji Tuhan akan kebaikan-Nya.
- Karena Kerajaan-Nya kekal, besar, dan agung (ay. 11-13).
Kasih setia Tuhan yang kekal dimanifestasikan dalam perbuatan-Nya kepada kita. Kasih-Nya dinyatakan dalam perkataan dan perbuatan mendatangkan sukacita, damai sejahtera dalam hidup kita karena kita memiliki Raja yang kekal dan Kerajaan-Nya tidak berubah, dulu, sekarang sampai selama-lamanya.
- Karena pemeliharaan-Nya (ay. 14).
Tuhan menopang segala yang ada di langit dan bumi dengan jari-Nya termasuk hidup kita ada dalam pemeliharaan-Nya. Layakkah kita hidup dipenuhi kekhawatiran? Bila Allah mendandani rumput di ladang yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, terlebih lagi kita! Marilah kita memuji Nama-Nya untuk menyenangkan hati Tuhan juga rasa syukur kita yang ada di dalam pemeliharaan-Nya.
- Karena keadilan dan kasih setia-Nya (ay. 17-18).
Daud sangat bersukacita memuji Tuhan karena keadilan-Nya telah mengangkatnya dari berbagai pelanggaran dan dosa.
Tuhan juga mendengar keluhan doa kita dari hati yang paling dalam. Mungkin tidak terucapkan tetapi Roh Kudus membantu kita berdoa menyampaikan keluhan kita yang tidak terucapkan (Rm. 8:26).
Terbukti dari pengalaman Daud yang dikejar-kejar musuh dan banyak menderita tetapi kasih setia Tuhan begitu nyata dalam hidupnya. Sungguh orang benar walau mengalami tekanan berat tetap dijamin berbahagia hidupnya.
- Karena Nama-Nya yang kudus (ay. 20-21).
Tuhan menjaga semua orang yang mengasihi-Nya tetapi membinasakan semua orang fasik. Untuk itu hendaknya mulut kita mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan segala makhluk memuji Nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
Perlu diketahui kesombongan membatalkan pujian atau penyembahan kita kepada Tuhan sebab orang sombong tidak menyandarkan pengharapannya kepada Tuhan tetapi kepada kekuatan, kemampuan dan pengalamannya sendiri padahal segala sesuatu bersumber dari Tuhan. Ia menopang kehidupan dan masa depan manusia.
Aplikasi: hendaknya kita memanjatkan puji-pujian senantiasa kepada Tuhan dan berharap sepenuhnya kepada Dia yang menopang hidup kita bukan malah mengutamakan keinginan diri sendiri. Juga kita hidup dalam kekudusan karena Ia kudus adanya.
Mari kita memuji Tuhan senantiasa oleh sebab kebesaran Nama-Nya, kebaikan-Nya, Kerajaan-Nya yang agung, pemeliharaan-Nya, keadilan-Nya, kasih setia-Nya dan Nama-Nya yang kudus dan semua ini memampukan kita bersyukur dan memuliakan Tuhan selama-lamanya. Amin.