• MEMUJI TUHAN SENANTIASA
  • Mazmur 145
  • Lemah Putro
  • 2025-11-16
  • Pdt. Paulus Budiono
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
memuji-tuhan-senantiasa

Shalom,

Kita begitu semangat menyanyikan lagu-lagu pujian karena terbawa suasana saat beribadah di hari Minggu namun masihkah kita rajin memuji Tuhan setiap hari di luar gereja?  

Sungguh tidak mudah bagi Raja Daud yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan mengakui TUHAN sebagai Rajanya yang dipuji dan dimuliakan (ay. 1-2,21) kalau bukan karena kerendahan hatinya. Memang Daud, nenek moyang orang Yahudi, sudah mati tetapi TUHAN, Pencipta langit dan bumi, menciptakan manusia tidak untuk dimusnahkan tetapi rohnya hidup selamanya entah di Firdaus, Jerusalem baru, atau di laut api untuk selama-lamanya. 

Bagaimana Raja Daud mengagungkan, memuji dan memuliakan (Nama) TUHAN setiap hari sampai selama-lamanya? 

  • Mengakui sebagai Allah dan Raja (ay. 3-10).   
    Daud mengalami Tuhan di dalam hidupnya sehingga timbul pengakuan “Allahku, Rajaku”. 

Pengakuan Tuhan segala tuan dan Raja segala raja dimulai sejak zaman Musa di mana orang Israel harus mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya sebab TUHAN, adalah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan (Ul. 10:12,17).  

Abad berganti abad hingga di era Daud diingatkan lagi akan Allah segala allah dan Raja segala raja. Kemudian di zaman raja-raja, Daniel menubuatkan Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya (Dan. 2:44-45). Saat itu raja Nebukadnezar, penguasa negeri Babel, bermimpi tentang batu menimpa patung menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. Ini menggambarkan kerajaan yang akan tetap berdiri untuk selama-lamanya. Karena Daniel dapat meyingkapkan rahasia mimpi tersebut, Raja Nebukadnezar mengakui bahwa Allahnya Daniel adalah Allah yang mengatasi segala allah dan berkuasa atas segala raja (ay. 47). Daniel dapat menyingkapkan arti mimpi dari raja Nebukadnezar karena Roh Allah ada di dalam dia.

Di Perjanjian Baru, Rasul Paulus menasihati anak rohaninya, Timotius muda, untuk menjauhi kejahatan dan mengejar hidup kekal dengan menuruti perintah Tuhan hingga Yesus Kristus menyatakan diri-Nya sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan (1 Tim. 6:11-15). Kapan? Saat Ia datang kembali untuk kedua kalinya.

Aplikasi: Roh Kudus di dalam kita membawa kita masuk ke dalam seluruh kebenaran sehingga kita dapat menjadi kesaksian hidup untuk memperkenalkan siapa Yesus yang kita sembah kepada orang-orang di luar yang menunggu pertolongan saat menghadapi masalah yang sangat krusial. Kita juga memperkenalkan Dia adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan ketika Ia datang kembali. Untuk itu kita harus hidup dalam kesucian dan bersedia digembalakan oleh-Nya.

Tidak ketinggalan Rasul Yohanes juga mendapatkan penglihatan tentang Anak Domba yang akan mengalahkan Babel besar dan binatang merah ungu (Why. 17:3) sebab Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja (ay. 14). Mereka yang setia dan hidup dalam penggembalaan akan menang bersama dengan Dia. Mereka beroleh keselamatan oleh Anak Domba yang menggembalakan dan menuntun mereka ke mata air kehidupan (Why. 7:9-17) itulah Yerusalem baru.  

Lebih lanjut Rasul Yohanes melihat Surga terbuka dan Ia yang memakai jubah dicelup dalam darah menunggangi seekor kuda putih bernama “Yang setia” dan “Yang benar" – Dia bernama Firman Allah dan dari mulut-Nya keluar pedang tajam yang akan mmukul segala bangsa (Why. 19:11, 13, 15). Pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis nama "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan" (ay. 16). Dia mengalahkan Antikristus dan nabi palsu serta melemparkannya hidup-hidup ke dalam lautan api (ay. 20) sementara Iblis dibelenggu selama 1.000 tahun (Why. 20:2). 

Aplikasi: marilah kita hidup dalam penggembalaan untuk dipenuhi Firman Allah dan Roh Kudus agar dapat memuji Tuhan dan memuliakan Nama-Nya di mana pun dan kapan pun seperti pengakuan Daud (ay. 3-10).

  • Mengakui kemuliaan Kerajaan Allah yang ada di segala abad dan pemerintahan-Nya tetap melalui segala keturunan (ay. 11-13).
    Kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya → Tempat Mahakudus yang penuh dengan penyembahan

TUHAN penopang bagi semua orang yang jatuh (ay. 14) → Pelataran di mana ada Mezbah Kurban Bakaran (untuk pengampunan) dan Bejana Pembasuhan (untuk pengangkatan/pembaruan hidup). 

Bukankah kita sering jatuh dalam perkataan (mulut),  pendengaran (telinga), pandangan (mata) dll.? Ingat, Tuhan hanya menopang mereka yang merasa dirinya lemah; itu sebabnya Rasul Paulus mengaku justru di dalam kelemahannya, kuasa Tuhan menjadi sempurna (2 Kor. 12:9).  

Tuhan memberi mereka makanan dan mengenyangkan segala yang hidup (ay. 15-16) → Meja Roti Sajian di mana ada tumpukan roti (kehidupan) di atasnya

Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan, mendengarkan teriakan pertolongan dan menyelamatkannya (ay. 18-19). 

Introspeksi: kepada siapa kita berseru saat menghadapi kesesakan? Jangan setelah menghadapi masalah dan kesusahan baru kita mencari Tuhan! Ia siap sedia menolong kita kapan pun sebab Ia mahahadir! Ingat, Ia menjaga orang yang dikasihi-Nya tetapi membinasakan orang fasik (ay. 20).

Akhirnya, apa yang dilakukan oleh Daud (juga kita)? “Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.” (ay. 21) → Kandil Emas 

Sudahkah kita senantiasa memuji Tuhan di mana pun (rumah, sekolah, kantor/perusahaan, gereja) dan kapan pun (pagi, siang, sore, malam)? Pujian apa yang keluar dari mulut bibir kita? Pujian pengakuan bahwa Allah Tuhan kita adalah Raja di atas segala raja dan Tuan dari segala tuan. Juga yakin dan percaya bahwa kerajaan dan pemerintahan-Nya ada di sepanjang masa hingga kita tinggal bersama-Dia selamanya di dalam kekekalan. Amin.  

  • Video Youtube Ibadah: