Bapa yang baik mengenal dan dikenal oleh anak-anaknya
Yesus adalah Gembala baik yang mengenal domba-domba-Nya dan mereka mengenal Dia. Hubungan Gembala – domba paralel dengan hubungan Bapa – Anak. Yesus pernah memuji Petrus ketika mengenali-Nya sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup tetapi tidak berselang lama Ia menghardiknya karena Petrus memikirkan apa yang dipikirkan manusia. Tampak Petrus mau menghalang-halangi Yesus dari kematian-Nya disalib yang merupakan misi utama dari Bapa-Nya.
Yesus juga mengajar Tomas dalam ketidakpercayaannya, juga menghibur dua murid menuju Emaus dalam kesedihan karena tidak mengenal Guru mereka. Ia mengetahui semua kelemahan dan kekurangan mereka dan bagaimana menangani kekurangan itu hingga akhirnya mereka berani mati syahid demi Yesus. Ia sanggup mengubah kekurangan dan kelemahan menjadi kekuatan yang luar biasa. Masih banyak daftar panjang contoh pemakaian Tuhan kepada mereka yang lemah untuk menjadi alat kemuliaan-Nya.
Bapa yang baik membimbing dan menuntun
Tugas seorang bapa tak ubahnya seperti gembala yang berjalan di depan dan domba-dombanya mengikutinya serta mendengar suaranya.
Bapa/Ayah yang baik berada di depan dan anggota keluarga mengikuti pimpinannya. Bapa/ayah berkewajiban memimpin, memberi peraturan dan etika untuk diikuti seluruh anggota keluarganya. Dia juga membimbing, memegang tangan mereka dan bersama-sama menuju tempat tujuan serta menuntun ke arah yang benar.
Keberhasilan seorang bapa dalam memimpin dan membimbing ialah apabila anak-anak mengenal kehendak bapanya, mendengarkan dan mengikuti kata-kata bapanya, bukan bapa yang lain.
Bapa yang baik melindungi keluarga
Yesus, Gembala yang baik, menjadi “pintu” bagi domba-dombanya untuk melindungi mereka dari pencuri, dari cuaca dingin di malam hari dan dari binatang pemangsa. Gembala menggunakan gada untuk melindungi domba-dombanya dari serangan binatang pemangsa dan menggunakan tongkat untuk menarik mereka bila jatuh ke jurang atau tersangkut semak duri.
Selain itu bapa/ayah menunjukkan penyertaan ketika anak-anaknya menghadapi masa-masa sulit bagaikan berjalan dalam lembah kekelaman. Penyertaan ayah kepada anak-anaknya merupakan penghiburan dan kekuatan bagi mereka bahkan tak jarang si bapa berusaha melindungi nyawa anaknya tanpa memedulikan keselamatan nyawanya sendiri. Sikap melindungi ini ditunjukkan Yesus saat Ia rela mati di kayu salib demi menyelamatkan anak-anaknya (manusia ciptaan-Nya) yang berdosa menuju hukuman maut.
Bapa yang baik adalah penanggung jawab keluarga
Saat-saat terakhir sebelum Yesus ditangkap dan disalibkan, Ia berdoa untuk murid-murid-Nya yang telah dipelihara, dijaga agar mereka tidak binasa. Kemudian Ia menyerahkan mereka kembali kepada Bapa karena waktunya telah tiba bagi-Nya untuk tidak lagi bersama mereka. Pada detik-detik terakhir Ia mengatakan “Sudah selesai” – sepertinya mengatakan semua telah dilakukan-Nya sebagai pertanggungjawaban kepada Bapa-Nya.
Mampukah orang tua mengatakan hal serupa kepada Tuhan bahwa mereka sudah bertanggung jawab menjaga dan memelihara anak-anaknya dan membekalinya dengan Firman Tuhan agar tidak binasa.
Bapa yang baik adalah pemberi warisan
Seorang bapa yang baik dan rajin akan bekerja keras mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan anaknya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Bahkan mereka berusaha menabung untuk menikahkan mereka dan meninggalkan warisan bagi anaknya. Peninggalan materi memang baik bagi mereka yang berkemampuan namun bagi mereka yang tidak berkemampuan tidak perlu kecil hati karena warisan berupa materi dapat habis dan bersifat sementara.
Ada warisan dengan jangkauan lebih panjang untuk masa depan anak yaitu ayah mewariskan nama bagi keluarganya. Semua anak bahkan istri menyandang nama ayah atau suami setelah menikah. Itu sebabnya bapa yang baik akan berusaha menjaga nama baik agar menjadi nama kebanggaan hingga turun temurun. Di dalam nama ada otoritas, misal: anak raja yang ditugasi bapanya akan pergi atas nama bapanya. Mereka menghormatinya seperti mereka menghormati bapanya yang adalah raja.
Bapa yang baik juga mewariskan teladan perbuatan baik bagi anak dan keturunan mereka (legacy). Namun bagi pengikut Yesus, warisan terbaik adalah warisan iman kepada Yesus yang membawa anak-anak kepada keselamatan dan kebahagiaan kekal yang tidak dapat dicuri atau dihancurkan. Untuk beroleh hidup kekal, Yesus telah mewariskan kepada kita Firman-Nya yang hidup dan berkuasa mendidik serta mengubah kehidupan; Nama-Nya yang berkuasa membuat mukjizat dan menghancurkan kuasa dosa, kuasa kegelapan dan maut; teladan-Nya sebagai standar hidup untuk menjadi sama dengan-Nya; damai sejahtera yang melampaui akal untuk mampu hidup dalam dunia yang penuh kejahatan dan kesengsaraan dan Roh Kudus-Nya yang senantiasa menyertai kita menghadapi semua tantangan hidup hingga kedatangan-Nya yang kedua kali.
Apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita? Materi? Nama baik? Teladan yang baik? Iman untuk mendapatkan keselamatan kekal?
VITAMIN BAGI KELUARGA
Ada saran tambahan untuk lebih memperindah hubungan Bapa–anak khususnya dan hubungan seluruh keluarga pada umumnya:
- Biasakan menggunakan kata-kata yang membangun dan memberkati bernada bersahabat bukan kata-kata penuh emosi bernada kasar, ironis, hinaan atau sindiran.
- Usahakan menjalin hubungan baik antar-keluarga. Peragaan kasih dan saling memerhatikan berguna untuk menciptakan suasana kesatuan yang erat.
- Quality Time. Meluangkan waktu khusus untuk keluarga dengan bepergian, makan dan bercengkerama bersama.
- Mezbah keluarga merupakan kekuatan keluarga yang luar biasa karena didasari pujian dan syukur kepada Tuhan, membaca Alkitab dan doa bersama. Di mana dua atau tiga orang berkumpul, Tuhan hadir di rumah Anda.