• MUSIBAH TIDAK MAMPU MENGHAMBAT PELAYANAN
  • Moekti Salim

Di suatu pagi pkl. 07:00, 17 Juli 2012, tiba-tiba alarm di bagian produksi berbunyi tanda ada sesuatu yang tidak beres. Sebagai kepala bidang produksi, saya bertanggung jawab atas kelancaran mesin-mesin yang dioperasikan. Segera saya cek dan ternyata ada masalah pada pompa air lalu dilakukan pengecekan pada hot water tank. Dari sinilah awal terjadinya musibah kecelakaan. Setelah anak buah mengambil alat namanya kunci, saya turun ke kolam berukuran 2 x 2½ x 3 m3 di mana di dalamnya berisi air mendidih. Pipa yang menjadi tumpuan injakan kaki tiba-tiba putus karena berkarat sehingga kaki kecebur ke dalam air mendidih. Segera anak buah saya meraih tangan saya dan berteriak minta tolong kepada teman-teman lain yang menarik saya ke atas. Kaki kanan hingga pangkal paha dan kaki kiri hingga lutut melepuh dan berbau anyir sekali. Saya masih sadar ketika dilarikan ke rumah sakit Royal Rungkut Industri yang baru diresmikan dan masuk ICU. Saya dioperasi tujuh kali untuk menyayat kulit yang mengering supaya tidak infeksi. Tiap empat hari sekali luka bakar dibersihkan cairannya dan diolesi obat, sakitnya tak tertahankan – cekat-cekot sekaligus gatal luar biasa.

Diam-diam dokter memberitahu istri saya untuk bersabar menjaga saya yang menderita luka bakar 60% dan makan waktu ± empat bulan untuk pemulihan belum lagi untuk belajar berjalan. Melihat istri yang terus menangis saya bertanya mengapa dan akhirnya dia ngomong kalau penyembuhan luka ini makan waktu sekitar empat bulan.

Saya begitu kaget dan lemas bukan kepikiran lamanya pemulihan tetapi karena saya mempunyai tugas membuat prototipe alat-alat Tabernakel yang akan dipamerkan di bulan Juli 2013. Saya bertugas membantu pembuatan peralatan tersebut berdua dengan Bapak Soetjipto yang merancang dan mendesainnya.

Anehnya, musibah menimpa kami berdua di hari yang sama – saya di pagi hari (pukul 08:30) sementara malam menjelang Jumat pagi (pukul 01:00) Bpk. Cipto menderita kebakaran di bagian wajah ketika berusaha memadamkan api dari panel listrik di depan rumah yang meledak. Iblis berusaha menggagalkan pelayanan kami agar kami tidak dapat menyelesaikan pembuatan prototipe yang cukup banyak jumlah dan modelnya dalam waktu setahun. Mampukah saya menyelesaikan tugas ini dalam waktu beberapa bulan melihat sangat rumit dan detailnya alat-alat yang dibentuk? Saya hanya dapat berdoa di dalam kelemahan dan ketidakberdayaan serta berserah kepada Tuhan tentang masalah ini.

Sungguh Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang hidup dan berkuasa mengendalikan waktu serta keadaan. Ia mempercepat waktu pemulihan dan hanya dalam 26 hari saya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Sungguh ajaib dan nyata mukjizat-Nya! Memang saya belum sepenuhnya pulih, masih harus belajar jalan dengan rasa kesakitan tetapi saya tetap paksakan dan seminggu kemudian saya ke gereja beribadah. Saya juga dapat melanjutkan pembuatan prototipe alat-alat Tabernakel yang selesai tepat waktu untuk pameran di gedung Diandra bulan juli 2013.

Tuhan sangat mengetahui ketulusan kita dalam melayani Dia; jangan cepat menolak pelayanan atau menyerah saat halangan datang tetapi kerjakan apa yang menjadi bagian kita maka Ia akan menyelesaikan bagian-Nya sebab Ia turut bekerja di dalam segala sesuatu demi kebaikan orang yang mengasihi-Nya dan yang terpanggil sesuai rencana-Nya (Rm. 8:28).

*****