Shalom,
Sinergi bertujuan memanfaatkan keragaman untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dapat dikerjakan oleh satu orang. Memang sulit menyinergikan berbagai gaya dan karakter apalagi kalau bertolak belakang. Namun dunia sekuler membuktikan bisa dan makin terbiasa menghasilkan suatu yang jauh lebih besar daripada dikerjakan hanya oleh 1-3 orang, misal: kolaborasi orang tua-guru, orang tua-anak, gotong royong dll. Sinergi harus terjadi, terutama di ladang Tuhan. Contoh: menyinergikan penerima tamu, backing vocal, song leader, choir, pemain musik, pembicara dll. sehingga terbentuk ibadah yang teratur dan tertib.
Kita harus mengupayakan dengan keras sinergi di dalam ladang Tuhan sebab kuasa kematian dan kebangkitan Kristus turut bekerja membangun sinergi ini.
Kalau begitu kerja keras apa yang harus kita lakukan?
- Singkirkan sekat pemisah (1 Kor. 3:4).
Harus diakui masih ada sekat-sekat pemisah yang dilakukan oleh manusia duniawi. Memang kita adalah manusia duniawi yang sedang berproses menjadi manusia rohani. Waspada, sekat pemisah menghasilkan golongan-golongan karena menganggap yang satu lebih utama daripada yang lain. Sekat pemisah juga terjadi pada antarbidang pelayanan, buktinya ada kelompok yang lebih menyukai model khotbah serius, mungkin khotbah Paulus demikian karena ia menanam, ada golongan yang lebih suka model khotbah segar, mungkin khotbah Apolos demikian karena ia menyiram (ay. 6). Kita harus menyadari bahwa Allah bekerja dengan memakai minimal dua model/gaya pelayanan (menanam dan menyiram) untuk memberikan pertumbuhan. Jelas ada pelbagai model pelayanan tetapi tetap Allah yang memberikan pertumbuhan dengan menyinergikan semuanya.
Kita harus menyingkirkan sekat-sekat yang memisahkan dan menimbulkan golongan-golongan karena yang bersinergi hanyalah pribadi-pribadi manusia rohani. Walau kita belum sepenuhnya manusia rohani, kita sedang diproses menuju manusia rohani.
Apa karakteristik manusia duniawi itu? Selalu mengkotak-kotakkan orang berdasarkan suku, kekayaan dan aksesori yang dipakai padahal tubuh jasmani yang sudah menjadi jenazah/mayat pun masih membutuhkan sinergi orang-orang yang memandikan, mendandani, memakaikannya pakaian tidak peduli dari golongan, suku, pendidikan apa pun.
Tahukah untuk menjadi manusia rohani kita harus terlebih dahulu mematikan pikiran-pikiran duniawi supaya dibangkitkan oleh kuasa kematian dan kebangkitan Kristus? Firman Allah memproses manusia duniawi dengan menaklukkan adat istiadat, aturan keluarga, pendidikan dan latar belakang untuk dapat memahami pikiran Kristus (1 Kor. 2:16) yang tecermin dari Alkitab. Alkitab sendiri yang terdiri dari 66 Kitab tidak membeda-bedakan ± 40 penulis dari latar belakang dan profesi beda – raja, imam, nabi, nelayan, peladang, terpelajar dll. – tanpa sekat yang memisahkan satu dengan yang lain.
Aplikasi: marilah kita meng-upgrade diri bukan sekadar untuk menambah pengetahuan tetapi diproses dari pikiran duniawi yang tidak mengerti apa-apa tentang Kerajaan Surga dan Yesus Kristus menjadi manusia rohani yang memahami siapa Yesus Kristus, Juru Selamat kita.
Bagaimana menjadi manusia rohani?
-
- Baca Alkitab dengan setia (seumur hidup) dan kita akan melihat bagaimana tokoh-tokoh Alkitab diproses Tuhan begitu hebat – mereka berani bayar harga menderita dengan sukarela.
Kita melihat sejarah gereja Lemah Putro yang sudah berdiri lebih dari 61 tahun dibimbing oleh hamba-hamba utusan-Nya yang bergaya “menanam”, “menyiram” – menasehati, menguatkan, memberi motivasi. Semua hasil sinergi satu sama lain sehingga masih eksis hari ini. Mari kita ukir dan kukuhkan sejarah sinergi dari pelayanan-pelayanan yang ada sampai Tuhan Yesus datang kembali.
- Saling support/mendukung dalam pelayanan (ay. 5-6).
Setiap dari kita dipakai Tuhan dan diberi jalan untuk melayani-Nya. Untuk itu kita harus saling support dalam satu bidang pelayanan, saling kerja sama dan berkoordinasi antarbidang pelayanan. Yang kuat wajib menanggung kelemahan mereka yang tidak kuat (Rm. 15:1) bukan meremehkannya. Kita harus berani bayar harga – martabat, harga diri, gengsi – untuk tidak mencari kesenangan diri sendiri (ay. 2) tetapi memuliakan Allah dan Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus (ay. 6).
Mengapa kita harus bersinergi dan saling support?
-
- Dengan bersinergi, kita dipakai Tuhan membuat orang yang kita layani menjadi percaya (1 Kor. 3:5). Iman percaya kita dibangun melalui sinergi.
- Kita diberi jalan untuk melayani Tuhan; jika kita tidak mau bersinergi dalam pelayanan, ini berarti kita tidak melayani pada jalan yang diberikan oleh-Nya.
- Rohani kita ditumbuhkan oleh Allah (ay. 6).
Contoh saling support dalam pelayanan: jemaat Efesus men-support Apolos melayani jemaat Korintus (Kis. 18:27). Jemaat Efesus mendukung Apolos tanpa membedakan dengan Paulus yang jauh lebih senior dan lebih dahulu datang ke Efesus (ay. 18-19). Paulus memang dipakai untuk “menanam” sementara Apolos, orang baru yang fasih berbicara dan semangat tinggi, masih perlu dibekali olehi Akwila dan Priskila (ay. 24-26).
Aplikasi: hendaknya kita yang sudah lama melayani Tuhan mendukung mereka yang baru masuk dalam pelayanan. Kuatkan dia dan beri pengetahuan cukup yang terkait dengan pelayanannya. Roh Kudus menolong kita untuk saling support supaya beroleh iman dan bertumbuh oleh kuasa Allah.
- Sehati demi kepentingan Allah (ay. 7-9a).
Siapa pun kita tidaklah penting, yang penting Allah memberi pertumbuhan. Jadi, semua harus sinergi demi kepentingan Allah bukan kepentingan golongan atau pribadi. Ini tanda seseorang dipakai Tuhan menurut jalan yang Tuhan berikan kepadanya. Allah memberikan pertumbuhan dengan menganugerahkan iman oleh kasih karunia-Nya sehingga semua (bukan satu) bidang pelayanan bertumbuh.
Karena mengutamakan kepentingan Allah, otomatis kita menganggap penting pelayanan-pelayanan yang ada di gereja dan berusaha bersinergi dengan menghargai setiap pelayanan demi kepentingan Allah.
Perhatikan, pertumbuhan tidak datang dari kemampuan setiap orang yang melayani tetapi dari Allah yang mensinergikan setiap pelayanan. Oleh sebab itu kita harus men-support setiap pelayanan bukan malah memprovokasi menimbulkan perpecahan. Dengan makin mendahulukan kepentingan Allah, masing-masing kita akan bertumbuh bersama, makin rohani dan makin dipakai Tuhan pada posisi dan kedudukan sesuai dengan jalan yang Tuhan berikan. Memang kemampuan (skills) penting dalam pelayanan tetapi harus disertai Roh Kudus (Spirit) yang memampukan kita bersinergi dengan rekan sepelayanan agar pikiran-pikiran kita disatukan menjadi satu dalam pikiran Kristus.
Jika kita bersinergi, ada upah yang Tuhan sediakan sesuai dengan pekerjaan kita masing-masing (ay. 8). Jadi, kalau tidak mau sinergi apalagi memprovokasi sehingga menimbulkan perpecahan dalam jemaat, kita tidak akan menerima upah.
Upah apa yang kita terima? Apakah puas dengan upah pujian dari manusia? Kita akan menerima upah mahkota kehidupan, mahkota kemuliaan. Sebaliknya, jika kita tidak mau bersinergi, bibit-bibit menghakimi muncul sehingga kita gampang melecehkan dan merendahkan rekan sepelayanan. Akibatnya kita tidak menerima upah melainkan hukuman Allah (bnd. Rm. 14:4,10) karena kita masing-masing adalah kawan sekerja Allah (1 Kor. 3:9a).
Bayangkan kalau kita bekerja di suatu perusahaan lalu menolak bersinergi dengan personel/karyawan bidang-bidang pekerjaan di perusahaan tersebut, kita pasti akan menerima surat teguran/peringatan. Apalagi jika kita menolak sinergi dalam pekerjaan Tuhan, apakah Allah yang mahatahu tidak melihatnya? Bagaimana kalau kita merendahkan kawan sekerja Allah kemudian dia mengadu kepada Allah, yang adalah kawan sekerjanya, apa yang akan Allah lakukan kepada kita? Perhatikan, di hadapan Allah yang mahatahu tidak ada satu pun yang luput dari pandangan mata-Nya terhadap setiap kawan sekerja-Nya dan kita harus memper-tanggungjawabkannya – tidak beroleh mahkota kemuliaan tetapi mahkota kehinaan.
Kita harus bersinergi supaya dunia percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus, Anak Tunggal Allah (Yoh. 17:20-23). Dengan demikian kita makin dipakai menjadi pelayan-Nya dalam memberitakan Injil dan meluas diterima di mana-mana.
Apa pun bidang pelayanan kita (dilihat orang maupun di belakang layar), marilah kita membuang sekat-sekat pemisah yang membuat kita terpecah belah. Sebaliknya kita bersinergi dengan bidang-bilang pelayanan lain bagi kepentingan-Nya maka Allah akan menumbuhkan iman kita dan kita menjadi kawan sekerja-Nya memberitakan Injil pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel yang sudah ditanam dan disiram oleh hamba-hamba Tuhan di waktu-waktu lalu sampai hari ini. Kiranya Tuhan memampukan kita bersinergi dan Ia akan mengembangkan dan menumbuhkan pelayanan-pelayanan kita. Amin.