• BANGKIT BERSAMA YESUS DALAM ANUGERAH-NYA
  • Lemah Putro
  • 2026-04-05
  • Pdt. Paulus Budiono
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
bangkit-bersama-yesus-dalam-anugerah-nya

Shalom,

Kita telah mengetahui bahwa kematian Yesus mempunyai makna yang luar biasa, bagaimana dengan kebangkitan-Nya? Apa kata dokter Lukas dalam bukunya yang kedua? “sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis. 1:2-3) 

Saat itu, Yesus berbicara kepada 11 murid-Nya sebab Yudas Iskariot telah mati bunuh diri. Setelah bangkit dari kematian, Yesus berada di bumi selama 40 hari sebelum terangkat ke Surga. Kegiatan apa saja yang dilakukan-Nya selama itu? Ia menampakkan diri dan menunjukkan banyak tanda untuk membuktikan penderitaan yang telah selesai dialami-Nya. 

Dari mana kita menemukan tanda-tanda tentang kebangkitan Yesus? Tentu dari Kitab Suci alias Alkitab. Di mana dan kepada siapa saja Yesus menampakkan diri setelah bangkit?

  • Hari pertama minggu itu, Yesus bangkit dari kubur dan menemui Maria Madgdalena bersama Yohana dan Maria ibu Yakobus yang pergi ke kubur membawa rempah-rempah (Yoh. 24:1,10). Batu kuburan sudah terguling dan Yesus menyuruh mereka pergi memberitahu murid-murid untuk ke Galilea melihat Dia (Mat. 28:9-10).

Yesus yang bangkit bertemu Maria Magdalena di kuburan sementara murid-murid Yesus yang lain tidak ada di sana. Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan Yohanes dan mereka pergi ke kuburan hanya melihat kapan terletak di tanah sedangkan kain peluh yang menutupi kepala Yesus terletak agak di samping tempat lain serta sudah tergulung (Yoh. 20:2-7).

Siapa Maria Magdalena? Perempuan yang pernah disembuhkan Yesus dari kerasukan tujuh roh jahat (Luk. 8:2). Dia pasti dibenci dan dijauhi orang-orang karena perbuatannya yang tercela. Namun pertemuannya dengan Yesus yang bangkit menjadikannya wanita yang mulia.

  • Pada hari itu juga Yesus mendekati dua murid yang sedang pergi ke kampung Emaus dan berjalan bersama mereka. Mereka tidak mengenali Dia sampai tiba di rumah dan mengundang-Nya makan karena hari telah menjelang malam (Luk. 24:13-31).
  • Di malam pada hari pertama minggu itu, Yesus menampakkan diri kepada 10 murid (Tomas tidak ada) yang berkumpul di suatu tempat dengan pintu-pintu terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Mereka bersukacita melihat Dia (Yoh. 20:19-20).
  • Delapan hari kemudian murid-murid berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama mereka. Yesus datang dan berkata kepada Tomas untuk melihat tangan-Nya dan mencucukkan jarinya ke lambung-Nya supaya percaya (ay. 26-27). Tomas menjawab, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (ay. 28)
  • Yesus menampakkan diri untuk ketiga kalinya kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Simon Petrus mengajak mengajak teman-temannya menangkap ikan tetapi mereka gagal tidak mendapatkan apa-apa. Mereka tidak mengenali Yesus yang berdiri di pantai. Kemudian Ia menyuruh mereka menebarkan jala ke sebelah kanan perahu dan beroleh 153 ekor ikan banyaknya (Yoh. 21:1-11). Lalu Yesus mengajak mereka sarapan dan bertanya hingga tiga kali kepada Simon Petrus apakah dia mengasihi-Nya. Petrus mengaku bahwa kasihnya hanya sebatas fileo bukan agape (ay. 15-19).
  • Yesus bertemu dengan 11 murid-nya di bukit di Galilea dan memerintahkan mereka untuk pergi menjadikan semua bangsa murid-Nya dan membaptis mereka dalam Nama bapa dan Anak dan Roh Kudus (Mat. 28;16-20).

Bagaimana dengan kita? Percayakah kita akan kebangkitan Yesus? Kalau Yesus bangkit dalam hidup kita, siapkah kita mencintai mereka yang membutuhkan kasih dan melawat mereka? Benarkah Ia hadir di mana pun kita berada? Kalau Ia mahahadir, mengapa gereja terpecah-pecah dan jemaat pindah-pindah gereja dengan alasan gereja di sana lebih ada urapan “Roh Kudus” dan pendetanya hebat? Ingat, Allah Tritunggal ada di tempat mahatinggi (transenden) sekaligus di dalam hati kita (imanen). Jika kita melecehkan gereja tertentu ini sama dengan kita menghina Allah Tritunggal yang hadir di mana-mana dan memakai siapa pun yang dikehendaki-Nya. 

Kita patut bersyukur percaya kepada Yesus (yang bangkit) yang membawa kita pada kesempurnaan sejati. Namun kita harus ingat dan peduli karena masih banyak orang membutuhkan Yesus melalui kesaksian hidup kita walau ada risiko ditolak oleh mereka. Yesus memberikan teladan kesabaran menghadapi mereka bahkan murid-murid-Nya yang tidak percaya akan kebangkitan-Nya oleh sebab kedegilan hati mereka.

Perhatikan, mereka yang menyaksikan kebangkitan Yesus diminta untuk menjadi saksi dan memberitakan Injil ke seluruh bumi (Mrk. 16:14-20). Untuk itu sebelum naik ke Surga, Ia membekali mereka dengan pelbagai aneka jabatan, yakni: rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar/guru (Ef.4:11). Beda jabatan tetapi menyatu dengan selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar (ay. 2) sebab masing-masing menghargai kematian Yesus dan bersyukur atas kebangkitan-Nya. Macam-macam jabatan tersebut untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus (ay. 12). Contoh: Maria Magdalena bersaksi memberitakan kabar baik, Petrus diminta menggembalakan domba-domba dan Paulus yang tinggal di rumah kontrakan di Roma (Kis. 28:30) dipanggil menjadi rasul, pemberita Injil dan pengajar (1 Tim. 2:7). 

Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus menggenapi semua yang tertulis dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi lalu membuka pikiran mereka sehingga mereka mengerti Kitab Suci (Luk. 24:44-45) kemudian berpesan mereka harus menjadi saksi dari semuanya ini (ay. 48). Sebelum terangkat ke Surga, Yesus membawa mereka ke luar kota dekat Betania, memberkati mereka dan mereka pulang ke Yerusalem penuh sukacita (ay. 52). 

Introspeksi: sungguhkah kita bersukacita dan bersemangat untuk senantiasa beribadah memuji serta memuliakan Tuhan? Atau kita ogah-ogahan ke gereja karena dipaksa oleh orang tua atau teman yang sudah menjemput? Harus diakui tidaklah mudah untuk percaya bahwa Yesus telah bangkit bahkan rasul-rasul pun sempat meragukannya. Namun Yesus yang bangkit mampu mengubah orang yang ketakutan, penuh keraguan menjadi orang pilihan-Nya untuk memberitakan Kerajaan Allah dan tentang Tuhan Yesus Kristus.

Sungguh merupakan sukacita besar bangkit bersama Yesus dalam anugerah-Nya! Penampakan-Nya di pelbagai tempat membuktikan bahwa Ia Anak Allah dan mengutus orang-orang percaya, termasuk kita, menjadi saksi-Nya untuk memberitakan Kerajaan Allah dan Pribadi-Nya sesuai dengan jabatannya masing-masing yang berbeda tetapi saling melengkapi demi pembentukan tubuh Kristus untuk satu kali kelak bersekutu dengan Dia, Kepala gereja, itulah Mempelai Pria Surga. Amin. 

  • Video Youtube Ibadah: