Pada pengujung tahun 2025, tepatnya bulan Desember, Indonesia dikejutkan oleh serangkaian peristiwa banjir bandang yang menyita perhatian banyak pihak. Dari beberapa kejadian tersebut, tampak jelas gelondongan kayu terseret derasnya arus air. Pemandangan ini mengingatkanku pada sebuah pohon di kampung halaman yang tidak diketahui namanya namun orang-orang mengatakan usianya telah mencapai ratusan tahun.
Yang menarik batang pohon itu makin lebar dan kukuh seiring bertambahnya usia. Dari sana kita belajar bahwa selama sebuah pohon hidup dan menancapkan akarnya dengan kuat di tanah, ia tetap bertumbuh. Hanya saja pertumbuhan pohon muda berbeda dengan pohon yang sudah tua. Pohon muda bertumbuh cepat dan tinggi dengan cabang serta daun yang terus bertambah. Sementara itu pohon tua tidak lagi bertumbuh tinggi secara signifikan tetapi terus bertumbuh dalam diameter batang, kedalaman akar, dan kemampuannya bertahan menghadapi cuaca ekstrem.
Singkatnya, pertumbuhan tidak pernah berhenti hanya dalam bentuk berbeda. Demikianlah hidup orang percaya akan bertumbuh selama ia berakar di dalam Kristus. Paulus berkata kepada jemaat Tuhan, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia…” Hanya orang yang telah menerima Yesus Kristuslah yang hidup di dalam Kristus. Dengan kata lain, tidak seorang pun walau mengaku berjalan bersama Tuhan tetapi tidak menerima Kristus dan percaya kepada-Nya, tidak mungkin dia tinggal dan hidup di dalam Kristus.
Atas dasar inilah Paulus menasihatkan orang percaya untuk terus berakar dan dibangun di dalam Tuhan. Seseorang tidak mungkin hidup di luar Kristus tanpa berakar di dalam-Nya. Karena itu seruan Paulus bukan ditujukan kepada mereka yang belum percaya melainkan kepada orang-orang yang telah mengalami perjumpaan dan jamahan Tuhan dalam hidupnya. Apa yang Paulus sampaikan adalah wajar dan mendasar: hanya di dalam Kristuslah orang percaya dapat dibangun, diteguhkan, dan terus bertumbuh di dalam iman.
Setiap Orang Percaya Harus Bertumbuh
Selama sebuah pohon menancapkan akarnya ke dalam tanah dan hidup, pertumbuhannya tidak pernah benar-benar berhenti. Sekalipun usianya telah mencapai puluhan tahun dan perubahannya tidak selalu tampak oleh mata, pohon tersebut tetap bertumbuh dengan cara berbeda. Demikian pula kehidupan orang percaya, sekalipun telah mengikut Tuhan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, ia tetap dipanggil untuk bertumbuh sebab hidupnya berakar di dalam Kristus. Pertumbuhan rohani tidak hanya terjadi melalui pembacaan dan pendengaran Firman Tuhan tetapi juga melalui berbagai pergumulan dan tantangan hidup. Badai kehidupan sering kali menjadi sarana yang Tuhan pakai untuk membentuk dan mendewasakan iman orang percaya.
Kedewasaan rohani tidak akan terjadi jika seseorang hidup di luar Kristus. Entah ia seorang pelayan Tuhan yang sudah berpengalaman atau seorang jemaat yang telah lama beribadah, setiap orang percaya tetap dipanggil untuk terus bertumbuh di dalam Dia. Paulus tidak menegur jemaat Kolose karena mereka belum berakar melainkan menegaskan bahwa mereka yang telah berakar di dalam Kristus pun perlu terus dibangun dan diteguhkan. Pertumbuhan rohani bukanlah hasil usaha manusia semata tetapi karya Allah sendiri sehingga tidak seorang pun dapat menyombongkan diri atas apa yang telah dicapainya.
Pertumbuhan rohani bukan hanya milik anak-anak atau kaum muda tetapi setiap orang percaya baik orang tua, kakek, maupun nenek tetap dipanggil untuk bertumbuh sepanjang hidupnya. Pertumbuhan itu dinyatakan bukan melalui aktivitas melainkan melalui karakter yang makin serupa dengan Kristus dan kesetiaan yang makin matang kepada Tuhan. Dengan demikian bertumbuh di dalam Kristus bukanlah tugas pada satu tahap usia tertentu namun panggilan seumur hidup bagi setiap orang percaya.
Setiap Orang Butuh Waktu dan Proses
Seseorang memulai perjalanan imannya ketika ia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Sejak saat itu dibutuhkan waktu untuk bertumbuh melalui proses mendengar Firman Tuhan, belajar, dan melayani. Tidak adil apabila kita menuntut seorang bayi yang baru belajar berdiri untuk langsung berjalan sempurna; ia akan berdiri sejenak, jatuh, lalu merangkak kembali. Demikian pula dengan kehidupan orang percaya: pertumbuhan rohani memerlukan waktu dan pengalaman agar seseorang makin dewasa di dalam Kristus. Dalam proses itu, ia terus menerima dan menyerap “gizi rohani” dari Tuhan agar imannya bertumbuh dan berkembang dengan sehat.
Jangan pernah menghakimi mereka yang lemah iman hanya karena mereka belum mampu berdiri dengan kukuh. Kelemahan dan kejatuhan bukanlah alasan untuk menjadikan seseorang bahan tertawaan. Mereka hanya sedang berada dalam proses pertumbuhan iman. Kedewasaan rohani selalu lahir melalui proses. Ketika seseorang terlalu berfokus pada hasil tanpa menghargai proses, sesungguhnya ia sedang menolak cara Tuhan membentuk dan mendewasakan hidupnya.
Sejak seseorang menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus, saat itulah ia ditanam di dalam Kristus. Ia menjadi seperti benih yang ditanam oleh tangan Tuhan sendiri yang perlu dirawat dan dipelihara sepanjang hidup. Setiap tanaman memiliki masa pertumbuhan berbeda; demikian pula setiap orang percaya. Ada yang bertumbuh cepat, ada yang perlahan, namun semuanya tetap bertumbuh selama berakar di dalam Kristus. Bahkan ketika usia bertambah dan tenaga berkurang, pertumbuhan rohani tidak pernah berhenti. Justru di dalam Kristuslah iman dikuatkan, karakter dimurnikan, dan hati dipersiapkan untuk setia menghadapi setiap musim kehidupan hingga akhir.
Setiap Orang Percaya Harus Tetap Berakar di Tengah Guncangan
Akar yang tertanam kuat tidak dibuktikan pada musim yang tenang tetapi ketika badai datang mengguncang seluruh kehidupan.
Setiap orang percaya, sejak awal hingga akhir perjalanan imannya, tidak pernah lepas dari badai kehidupan. Sekalipun usia bertambah dan langkah hidup telah ditempuh panjang, pergumulan tetap ada dalam berbagai bentuk. Bahkan ketika terjadi perbedaan pandangan atau gesekan di antara sesama pelayan Tuhan, semua itu dapat menjadi cermin untuk melihat kembali sikap hati kita di hadapan-Nya. Dalam keheningan dan penyerahan diri, kita belajar bahwa Tuhan sedang membentuk kita agar semakin serupa dengan Kristus. Apakah semua ini bagian dari pertumbuhan iman? Ya, sebab Tuhan memakai setiap musim kehidupan baik yang mudah maupun yang berat untuk meneguhkan kesabaran, kerendahan hati, dan kesetiaan kita hingga akhir.
Pertumbuhan rohani selalu berjalan seiring dengan proses pembentukan. Petrus pun bertumbuh ketika ia menerima teguran dari Paulus. Sebuah pengalaman yang tidak mudah namun perlu agar ia tetap berjalan lurus di dalam kebenaran Kristus. Demikian pula Paulus sendiri yang terus dibentuk Tuhan melalui perjalanan misi bersama rekan-rekannya. Bahkan ketika beberapa orang meninggalkannya karena perbedaan tujuan dan pilihan hidup (2 Tim. 4:10; 2 Tim. 1:15), Paulus tetap berdiri teguh di dalam Kristus.
Semua pengalaman itu mencerminkan kebenaran yang Paulus sampaikan kepada jemaat di Kolose, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia.” Berakar berarti tetap tinggal dan melekat di dalam Kristus sekalipun situasi tidak selalu mudah. Dibangun di atas Dia berarti membiarkan Tuhan membentuk hidup kita melalui setiap proses baik melalui teguran, kehilangan, maupun kesendirian. Di dalam proses inilah iman diteguhkan, pengenalan akan Kristus diperdalam, dan kehidupan kita semakin dipenuhi dengan syukur sebagaimana yang dikehendaki Tuhan. Amin.
Penderitaan adalah harga yang tinggi dalam proses pertumbuhan.
Semua dari kita pasti pernah menghadapi penderitaan dalam perjalanan hidup ini. Coba periksa hasil perolehannya, apakah hancur atau sebaliknya kita bertumbuh makin kukuh dan kuat dalam menghadapi masalah apa pun.