• PELAYAN KRISTUS YANG MENJADI TELADAN
  • 1 Korintus 4: 14-17
  • Johor
  • 2026-06-21
  • Pnt. S. Wahyu Widodo
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
pelayan_kristus_yang_menjadi_teladan

Shalom,

Sadarkah ketika kita dibentuk oleh Tuhan maka kehidupan kita mengalami suatu keubahan sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya? Kita dibentuk menjadi kehidupan seperti yang diteladankan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tema kali ini “Pelayanan Kristus yang Menjadi Teladan”, siapa yang dimaksud pelayan Kristus? Tentu kita semua adalah pelayan Kristus yang dapat menjadi teladan paling tidak di dalam rumah tangga. Suami/ayah sebagai kepala keluarga menjadi teladan dalam keluarganya. Keteladanan keubahan hidup oleh Firman juga dapat disaksikan di kantor, di penggembalaan dst. 

Apa yang dapat kita teladankan? Kehidupan yang mengalami perubahan dan keubahan oleh kuasa Firman serta hidup dalam persekutuan. Kita tidak akan mengetahui apa keubahannya dan sejauh mana Tuhan mengerjakannya kalau tidak hidup dalam persekutuan. Sungguh keubahan hidup yang lebih baik itu sangat membahagiakan juga kita memiliki ketahanan untuk menghadapi berbagai macam masalah.

Pelayan Kristus yang menjadi teladan tidak dapat dikerjakan oleh diri sendiri tetapi oleh kekuatan luar biasa dari Firman dan Roh Kudus. Untuk itu kita harus siap membuka hati dan pikiran kita untuk digarap oleh-Nya.  

Rasul Paulus telah memberikan teladan dalam pengikutannya kepada Kristus yakni: “kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu sampai pada saat ini.” (ay. 13)

Tampak jelas bagaimana Rasul Paulus memberikan teladan dalam merespons fitnahan bahkan rela dianggap sebagai sampah dunia dan kotoran dari segala sesuatu. Heran, dia tidak cepat putus asa karena mengerti pemakaian Tuhan atas hidupnya untuk membentuk jemaat Tuhan.  

Aplikasi: kita tidak perlu merasa malu ketika dilecehkan, difitnah, dan dihina karena Kristus. Sebaliknya, kita tetap kuat karena Tuhan memberikan kekuatan untuk mampu bertahan saat menghadapi masalah besar seperti telah dialami oleh Paulus. Sungguh merupakan suatu kebahagiaan bila kita dapat bertahan dalam ujian atau pencobaan karena akan beroleh mahkota kehidupan (Yak. 1:12)! Ini membuktikan bahwa apa pun yang kita alami dan hadapi,  di situ Tuhan bekerja membentuk hidup kita. Ini menjadi pengharapan bagi kita di masa-masa sukar karena Kristus Tuhan memberikan kekuatan dan didikan-Nya kepada kita. 

Rasul Paulus memosisikan diri sebagai bapa (ay.15). Umumnya karakter anak dibentuk oleh bapanya (orang tua) sejak kecil. Misal: jika bapanya seorang perokok berat, anaknya kemungkinan besar meniru bapanya menjadi perokok. Paulus sebagai bapa rohani memberikan keteladanan untuk kita taati dan turuti. Perlu diketahui Paulus berkarakter keras, berprinsip dan memegang teguh kebenaran juga tidak mau kompromi. Sikap keras Paulus dalam memegang teguh Taurat hingga mengorbankan pengikut Tuhan berubah drastis setelah perjumpaannya dengan Tuhan. Paulus yang sudah mengalami keubahan hidup mengaku menjadi bapa rohani bagi jemaat maka didikan dan pengajarannya bermanfaat bagi kita. 

Lebih lanjut, Paulus mengatakan, “sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu” (ay. 15) Paulus mengakui jemaat Korintus (juga kita) sebagai anak-anak yang dikasihinya. Dia telah meneladani Kristus (Yes. 53:7) dalam hal berdiam tidak membalas saat difitnah, dihina bahkan dianggap sampah.  

Aplikasi: hendaknya kita mendengarkan Firman Tuhan dan memercayainya dengan iman oleh anugerah Tuhan. Iman itu bertumbuh dan memiliki akar/dasar Firman yang kuat. Dengan kata lain, iman berakar dan bertumbuh di atas dasa Firman Tuhan.

Pengakuan Paulus sebagai “bapa’ menyiratkan adanya ikatan kekeluargaan dan kita masuk di dalam keluarga besar Kerajaan Surga (Ef. 2:19). Kita semua ada ikatan sedarah karena sama-sama umat ketebusan disatukan dalam darah Yesus oleh pemberitaan Injil. Jadi kita menjadi satu keluarga Allah oleh satu darah dan dilahirkan di dalam Roh Kudus.

Bapa (orang tua) menjadi panutan dalam pembentukan karakter walau tanpa banyak bicara memberikan wejangan dan nasihat tetapi melalui tutur kata dan perilaku yang dilihat dan dirasakan oleh anak cucu. Jelas, keteladanan meninggalkan jejak dan ini lebih kuat daripada perkataan.  

Paulus berani mengatakan “turutilah teladanku” sebab dia sendiri meneladani Kristus. Dia mengutus Timotius ke Korintus untuk menjadi teladan di tengah-tengah jemaat agar mereka hidup dalam Kristus. Tulisan Paulus tidak hanya ditujukan pada jemaat Korintus tetapi kepada kita. pelayan-pelayan Kristus, untuk meneladani-Nya. Pelayanan kita adalah pelayanan di dalam persaudaraan/kekeluargaan oleh darah Kristus dan kasih-Nya untuk tumbuh bersama menghasilkan buah. 

Kita menjadi persekutuan kudus yang dibentuk oleh Tuhan. Dengan demikian kita ada kepedulian antaranggota dan tidak gampang meninggalkan hubungan persaudaraan. Kita, manusia jasmaniah dibentuk menjadi manusia batiniah bersifat kekal dan berkemenangan.  

Aplikasi: kita hidup dalam ikatan keluarga besar di dalam Tuhan maka kita berkewajiban mengingatkan satu sama lain untuk hidup menurut Kristus. Kepedulian ini harus berjalan terus-menerus untuk membentuk kita sampai kita dipanggil kembali oleh-Nya. 

Jelas keteladanan pendidik berbeda dengan keteladanan seorang bapa yang memiliki ikatan batin atau ikatan darah. Keteladanan yang meninggalkan jejak untuk diikuti oleh generasi-generasi berikutnya seperti Paulus mengikuti jejak Kristus, Timotius mengikuti jejak Paulus dan kita mengikuti jejak pendahulu dan pimpinan kita yang teguh berdiri atas Firman Tuhan seperti telah dilakukan oleh tokoh-tokoh iman (Ibr. 11).

Marilah kita, pelayan Kristus, menjadi teladan bagi orang-orang sekitar oleh sebab kita meneladani Kristus, teladan sempurna yang dituruti oleh pengikut-pengikut-Nya termasuk kita. Keteladanan yang baik akan menumbuhkan iman kepada Kristus juga keubahan hidup menjadi makin lama makin menjadi serupa dengan-Nya yang sempurna adanya. Amin.

  • Video Youtube Ibadah: