Shalom,
Kita sering mendengar istilah hikmat. Apa sebenarnya hikmat itu? Hikmat adalah kearifan atau kebijaksanaan untuk memahami sesuatu secara mendalam. Hikmat adalah sebuah pengertian untuk mengenal, mengetahui lalu mengambil keputusan secara benar.
Topik tentang hikmat Allah yang tersembunyi berarti ada kebijaksanaan dari Allah yang tersembunyi dan rahasia yang telah disediakan Allah sebelum dunia dijadikan itulah salib Kristus. Hikmat Allah yang tersembunyi ini dapat berupa informasi, pengetahuan, kekayaan atau harta rohani yang tidak semua orang mengetahuinya. Di dalam kemahaadilan-Nya, Allah memberikan kesempatan kepada semua orang untuk melihatnya tetapi tidak semua dari mereka dapat mengerti dan memahaminya.
Setiap orang pasti mendapat kesempatan, masalahnya apakah kesempatan itu dimanfaatkan tepat waktu atau dibiarkan berlalu begitu saja. Contoh: Pembicara waktu kuliah mengambil kelas les piano privat untuk mendukung pelayanan. Di dalam sebuah ruangan, ada gambar abstrak yang terkesan jelek acak-acakan. Kemudian Pembicara bertanya kepada instruktur yang mengajari piano, “Ini gambar apa kok dipajang menggunakan pigura mahal? Dijawab, “Kamu tidak mengerti seni lukis nih, gambar ini bagus sekali dilukis oleh seorang maestro. Coba kamu duduk, lihat dan fokus pada lukisan itu!” Dua tiga kali tidak berhasil, Pembicara makin penasaran hingga konsentrasi penuh baru terlihat sebuah gambar yang bagus sekali. Demikian pula dengan Kristus yang ditampilkan sedemikian rupa, semua orang mendapatkan kesempatan untuk melihatnya tetapi tidak semua orang mampu melihat secara mendalam untuk memahaminya. Ternyata Rasul Paulus pernah menegur jemaat Galatia, “Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?” (Gal. 3:1) Kristus yang disalibkan terpampang secara jelas tetapi jemaat Galatia tidak melihat kemuliaan-Nya karena terpesona dengan yang lain.
Banyak orang mendapat kesempatan untuk melihat salib Kristus tetapi tidak mampu memahaminya karena mereka tidak percaya. Contoh: ketika bertemu orang-orang di luar kemudian bertanya apakah mereka tahu seseorang bernama Yesus? Jawaban mereka akan beragam: ada yang mengatakan itu Tuhannya orang Kristen, seorang nabi yang dituhankan oleh orang Kristen dll. Demikian pula dengan jemaat Galatia, karena mereka tidak percaya maka akal pikirannya tidak disingkapkan untuk melihat kuasa salib padahal mereka sudah melihat salib itu terpampang jelas di depannya.
Hikmat Allah seperti apa tersembunyi dalam salib Kristus?
- Hikmat Allah menawarkan keselamatan manusia berdosa melalui salib yang dianggap lemah dan bodoh menurut standar/ukuran manusia (ay. 7; 1 Kor. 1:18).
Jadi hikmat Allah yang tersembunyi adalah tawaran keselamatan bagi semua manusia melalui salib. Namun sayang, salib Kristus dianggap sebagai kebodohan karena kematian Yesus disalib merupakan tanda kelemahan dan kekalahan. Jelas rencana keselamatan tetap menjadi rahasia bagi orang-orang yang tidak percaya dan yang mengabaikannya.
Saat Yesus disalibkan di atas kayu salib, orang-orang yang melihat-Nya mengolok-olok dan menghina-Nya, “Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu supaya kita lihat dan percaya.” (Mrk. 15:32)
Bagi dunia, Yesus yang menebus dosa malah mati; ini dianggap suatu kebodohan dan tidak masuk akal padahal justru dengan cara itulah Allah menyediakan keselamatan. Kematian Yesus di atas kayu salib dianggap sebuah kekalahan dan kelemahan padahal kematiaan-Nya untuk menebus dosa dan kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Ia berkuasa atas dosa dan maut. Selama mereka tidak memercayai hal ini, hikmat itu akan tetap menjadi rahasia bagi mereka.
- Hikmat Allah hanya dapat dimengerti oleh mereka yang telah matang (bhs. Yun. teleios = full grown, mature; 1 Kor. 2:6). “Matang” tidak berbicara secara usia atau kecerdasan menurut dunia tetapi kedewasaan rohani.
Paulus sedang membedakan dua jenis kalangan:
-
- Kalangan manusia berhikmat yang mengandalkan hikmat dan kepintaran duniawi. Umumnya mereka memahami salib sebagai kebodohan. Jemaat Korintus sangat bangga dan mengagung-agungkan hikmat, kecerdasan, intelektual, kebijaksanaan, filsafat orang-orang Yunani.
Kenyataannya, orang-orang Yunani terkenal cerdas, pandai, cendekiawan. Kecerdasan mereka di masa lalu yang diagung-agungkan, dibangga-banggakan dan dikagumi memengaruhi seluruh dunia sampai saat ini. Buktinya, pengunaan alfabet Yunani seperti alpha, beta, gamma, delta, epsilon dst. ditemukan dalam rumus matematika, fisika, kimia, elektronika, kelistrikan dll. Juga adanya filsuf-filsuf luar biasa seperti Socrates, Plato, Aristoteles dll.
Ironis, betapapun hebatnya orang Yunani yang mengandalkan kecerdasan dan intelektual manusia ternyata tidak mampu mengenal dan memahami rahasia salib Kristus. Alkitab menuliskan ‘hikmat yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini” (1 Kor. 2:8). Waktu Yesus disalib, justru orang-orang berpengaruh (imam besar, ahli Taurat, orang Farisi, Herodes, Pilatus dll.) yang menyalibkan Yesus sebab mereka tidak mampu memahami rencana Allah.
-
- Kalangan yang matang/dewasa rohani yang memahami salib sebagai hikmat Allah yang menyelamatkan.
Ciri-cirinya: mereka percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan, beroleh pengampunan dan lahir baru untuk hidup dalam pimpinan/tuntunan Roh Kudus. Kalau sudah sampai taraf ini, mereka mengenal kasih karunia Allah lebih dalam menjadi matang rohani yang mampu memahami rahasia tersembunyi dari salib Kristus.
Harus diakui “mengenal salib Kristus’ ditandai dengan tangisan, pergumulan, penderitaan tetapi ketika mata tertuju kepada salib itu, kita akan mengalami sukacita tidak terucapkan yang sulit dimengerti oleh orang lain. Ada kebahagiaan dan pengharapan ketika kita mengiring serta melayani Tuhan dengan setia walau disertai deraian air mata.
- Kemuliaan kekal disediakan Allah bagi mereka yang mengasihi-Nya (ay. 9).
Tuhan tidak berhenti hanya menyelamatkan, mengampuni dosa dan memimpin kita dalam kebenaran tetapi juga membawa kita pada kemuliaan yang kekal. Ini berbicara tentang dimensi masa depan bukan semata-mata berkat dan kepentingan bersifat lahiriah. Jangan batasi kuasa Allah dengan kemampuan berpikir kita karena Ia mampu memberikan dan menyediakan melampaui apa yang kita bayangkan. Kemuliaan kekal itu melampaui logika kita yang tadinya tidak dapat dilihat kasatmata menjadi kenyataan. Bahkan apa yang disediakan Allah di masa depan di zaman kekekalan melampaui angan-angan kita.
Jelas sekarang, orang yang mampu memahami rahasia salib Kristus harus menunjukkan progres pertumbuhan rohani dimulai dari percaya kepada Kristus, bertobat dan diampuni dosanya, keubahan hidup secara menyeluruh alias lahir baru. Berlanjut hidup dalam tuntunan dan pimpinan Roh Kudus serta pikirannya disingkapkan untuk dapat memahami rahasia salib Kristus. Dan di balik salib tersedia kemuliaan kekal yang tidak terjangkau oleh angan-angan serta pikiran kita. Amin.