
Pernahkah kita menerima telepon lalu terdengar suara “di mana kamu” dan spontan menjawab: “Masih lagi OTW (on the way), sebentar lagi dah nyampai, tunggu ya...”.
Di budaya kita "OTW" artinya lagi dalam perjalanan untuk menjemput pacar, mau kondangan, atau mau ketemu seseorang.
Bagaimana perasaan kita kalau orang yang bakal kita temui adalah orang yang sangat kita hormati dan kasihi serta tinggal di tempat yang indah nan megah? Tentu ada perasaan senang, lega, bahagia bercampur menjadi satu meskipun capek karena sepanjang jalan banyak kemacetan, perut mual karena jalan naik turun, kepala pusing karena terlalu lama di jalan tetapi kita tahu semua ini hanya sementara dan tujuannya sudah jelas.
Demikianlah hidup orang percaya, mirip seperti itu. Kita semua lagi OTW – dalam perjalanan iman – di mana titik berangkat dan titik finish-nya sama, yaitu bertemu Allah sendiri.
Perjalanan hidup kita sangatlah unik dan banyak rahasia yang perlu kita cermati seperti tertulis dalam Efesus 5:32, “Rahasia ini besar tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat-Nya,”
Titik Awal OTW Kita: Lamaran – Allah
Semua pertunangan dimulai dengan lamaran dan lamaran Tuhan ke kita terjadi 2.000 tahun lalu di sebuah bukit bernama Golgota. Di sana, Yesus tidak berlutut sambil memberikan cincin berlian. Dia merentangkan tangan di kayu salib dan berkata melalui darah-Nya, "Aku mau kamu seutuhnya dan selamanya. Maukah engkau jadi milik-Ku?"
Ketika merespons dengan percaya saat kita mengatakan "Ya, aku mau" melalui doa sederhana. Di saat itulah pertunangan Ilahi dimulai. OTW kita resmi berjalan.
2 Korintus 11:2 mengatakan, "Sebab aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus." Status kita berubah. Kita bukan lagi "single" secara rohani. Kita adalah tunangan Kristus.
Cincin pertunangannya apa? Roh Kudus (Ef. 1:13). Roh Kudus adalah "tanda ikatan bahwa kita sudah dilamar dan dipilih serta tidak dapat dibatalkan sepihak.
Masa Pertunangan: itulah Hidup Sekarang
Masa pertunangan adalah masa perjalanan hidup sekarang ini. Kita tahu bahwa masa pertunangan adalah masa mempersiapkan diri untuk menghadapi hari perkawinan yang sesungguhnya..
Apa yang dilakukan oleh sepasang tunangan?
1. Saling mengenal. Bagaimana caranya? Rajin dan tekun membaca Alkitab yang adalah surat cinta Allah kepada kita, berdoa untuk mengungkapkan isi hati kita kepada-Nya supaya makin mengenal dan cinta kepada Tunangan kita.
2. Menjaga kesetiaan. Di dunia banyak penggoda bahkan menawarkan "selingkuhan" melalui harta, popularitas, dan dosa-dosa lainnya. Kita harus berani mengatakan "tidak" karena kita sudah milik Dia. Yakobus 4:4 sangat keras memperingatkan bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Tentu sebagai tunangan yang baik, kita harus dapat menjaga kesetiaan.
3. Mempersiapkan diri. OTW menjadi mempelai perempuan Tuhan kita harus mendandani diri (Why. 19:7) dengan mempersiapkan karakter: mengikis ego, belajar mengasihi supaya di hari H kita tampil sebagai mempelai yang kudus bukan karena kita hebat tetapi karena Ia terus membersihkan kita.
Masa tunangan kadang terasa lama karena kita tidak tahu kapan Tunangan menjemput kita. Saat ini, Tunangan kita sedang menyiapkan tempat bagi kita (Yoh. 14:3). Justru di masa penantian ini cinta kita diuji apakah kita setia kepada-Nya walau belum melihat wajah-Nya secara langsung?
Hari-H: Perjamuan Kawin Anak Domba
Semua rasa capek saat persiapan, air mata karena rindu dan godaan untuk berpaling akan terbayar lunas di satu hari itulah Perjamuan Kawin Anak Domba (Why. 19:6-9). Inilah titik finish OTW kita di mana status "tunangan" berubah menjadi "istri". Hari ketiika iman jadi nyata dan kita tidak lagi berdoa "dalam Nama Yesus" karena kita berdiri langsung di hadapan Sang Raja.
Di pesta itu tidak ada lagi undangan bertuliskan "mohon maaf jika ada salah nama" karena nama kita sudah ditulis di buku kehidupan Anak Domba. Tidak ada lagi meja terpisah karena Ia akan diam bersama kita selama-lamanya (Why. 21:3).
Kita sedang OTW ke mana sekarang? Walau kita saat ini diliputi rasa kangen belum dapat bertemu dengan-Nya menjalani Long Distance Relationshio (LDR) dalam masa pertunangan, ingatlah untuk berani menolak dosa karena cinta, rajin berdandan dengan gemar membaca Alkitab daripada scrolling gosip, juga bertahan di pencobaan sebagai bukti cincin Roh Kudus masih melingkar di hati hingga di hari H kita mengatakan "Ya, aku mau" dan Mempelai Pria Surga mengajak, "Mempelai-Ku, marilah masuk ke pesta."
SAMPAI KETEMU DI PELAMINAN KEKAL!