• Topik: Kisah Allah dan Kita
  • KETIKA TUHAN MEMBERI HIDUP YANG BARU
  • Kejadian 17
  • Samuel Sirait
ketika-tuhan-memberi-hidup-yang-baru

PENDAHULUAN

Setiap orang pada akhirnya hidup dengan label dari orang lain dan ini sesuatu yang tidak dapat dibendung atau diatur sedemikian rupa. Ada yang merasa dirinya biasa saja, gagal, terlambat, bahkan kehilangan arah hidup. Namun tidak sedikit orang merasa hidupnya sudah “kadung” sehingga sulit memulai kembali. Namun dalam Kejadian 17, Allah menunjukkan bahwa Ia sanggup mengubah identitas seseorang. Allah bukan hanya mengubah nama Abram menjadi Abraham dan Sarai menjadi Sara tetapi juga mengubah cara pandang, tujuan hidup, dan masa depan mereka.

Saat Allah berbicara kepada Abraham (Kej. 17), usianya sudah 99 tahun dan janji tentang keturunan tak kunjung digenapi. Secara manusia, Abraham mungkin mulai merasa harapannya semakin tipis. Namun Allah justru datang dan memberi identitas baru kepadanya. Nama “Abram” diubah oleh Allah sendiri menjadi “Abraham” yang berarti “bapa banyak bangsa”.

Perubahan nama itu menunjukkan satu hal bahwa Allah sedang mengubah cara Abraham memandang dirinya sendiri. Selama ini Abraham mungkin melihat dirinya sebagai pria tua yang belum memiliki keturunan dari Sara. Pada zamannya, keadaan itu dianggap sebagai aib. Namun Allah justru melihat Abraham sebagai alat yang akan dipakai-Nya untuk memberkati banyak bangsa.

Sering kali manusia menilai dirinya berdasarkan kegagalan, kelemahan, atau masa lalunya. Namun Allah memandang hidup seseorang berdasarkan rencana-Nya. Ketika Allah bekerja, Ia sanggup memulihkan cara pandang seseorang sehingga ia tidak lagi hidup dalam identitas lama. Apa yang dianggap mustahil oleh manusia dapat dipakai Allah untuk menyatakan kuasa-Nya. Orang Kristen pun perlu belajar melihat dirinya dari sudut pandang Allah bukan dari penilaian manusia yang sempit dan kerdil. Di tangan Tuhan, seseorang yang merasa gagal tetap memiliki masa depan dan pengharapan. Hanya di genggaman Allahlah sesuatu yang tampak biasa saja dapat menjadi luar biasa, yang tidak mungkin menjadi mungkin.

ALLAH MEMBERI TUJUAN HIDUP YANG BARU

Perubahan identitas Abraham juga disertai dengan tujuan hidup yang baru. Sebelumnya, fokus Abraham bisa saja hanya pada keinginan yang kuat memiliki keturunan. Namun Allah memperluas panggilannya menjadi “bapa banyak bangsa”. Inilah yang Allah ingin tanamkan dalam dirinya.

Hidup Abraham tidak lagi hanya tentang dirinya sendiri tetapi tentang rencana Allah yang lebih besar. Allah memanggil Abraham untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Demikian pula ketika Ia memanggil Anda, Ia juga memberikan tujuan hidup yang baru. Orang percaya dipanggil bukan hanya untuk mengejar kepentingan pribadi tetapi untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan. Hidup yang dahulu berpusat pada diri sendiri diubah menjadi hidup yang dipakai untuk melayani dan memberkati sesama.

Banyak orang merasa hidupnya kosong karena hanya mengejar keberhasilan duniawi. Namun ketika seseorang menemukan panggilan Tuhan, ia menemukan alasan mengapa ia hidup. Tujuan hidup dari Allah memberi kekuatan untuk tetap berjalan sekalipun menghadapi kesulitan. Oleh karena itu orang percaya perlu bertanya, “Apakah hidupku sudah dipakai Tuhan menjadi berkat bagi orang lain?” sebab identitas baru di dalam Tuhan selalu diikuti dengan tanggung jawab dan tujuan yang baru pula. Jadikan ini sebagai pertanyaan yang kelak ada jawabannya dalam diri kita masing-masing.

ALLAH BEKERJA TANPA DIBATASI OLEH USIA

Abraham dan Sara sudah lanjut usia ketika Allah menegaskan kembali janji-Nya. Secara manusia, mereka dianggap tidak lagi produktif tetapi Allah menunjukkan bahwa pekerjaan-Nya tidak pernah dibatasi oleh usia manusia.

Di usia 99 tahun Abraham menerima tanda perjanjian dengan Allah melalui sunat.Hal ini membuktikan bahwa Tuhan masih memakai hidup Abraham sekalipun usianya sudah sangat tua. Kekuatan Abraham mungkin tidak lagi seperti masa mudanya tetapi bagi Allah hal itu bukan penghalang. Allah tidak pernah terganggu dengan kondisi fisik serta keterbatasan yang kita miliki. Allah selalu dapat dan mampu untuk memakai setiap orang bahkan hingga hari ini. Kisah Abraham dan Sara mengingatkan orang percaya bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja, kapan saja, dan pada usia berapa pun.

Banyak orang merasa dirinya sudah terlambat untuk melayani atau berubah. Padahal selama Tuhan masih memberi kehidupan berarti Tuhan masih memiliki rencana. Allah sering kali bekerja melalui keterbatasan manusia supaya nyata bahwa kuasa-Nya jauh lebih besar daripada kemampuan manusia. Oleh karena itu jangan pernah membatasi Tuhan dengan ukuran usia, kekuatan, atau pengalaman diri sendiri.

Janji Allah kepada Abraham yang digenapi di masa tuanya menjadi bukti bahwa Tuhan tetap setia pada waktu-Nya. Apa yang tidak mungkin bagi manusia tetap mungkin bagi Allah.

Banyak orang terlalu lama hidup dalam penilaian atau anggapan manusia dan masa lalunya sendiri. Padahal ketika Allah bekerja, Ia sanggup memberi identitas yang baru. Oleh sebab itu jangan terus menyebut diri gagal, tidak berguna, atau terlambat. Belajarlah melihat hidup dari sudut pandang Tuhan. Izinkan Allah untuk mengerjakan diri kita saat ini apa pun yang sedang kita lalui.

Tidak sedikit orang sulit melangkah maju karena terus terikat oleh luka, kegagalan, dan pengalaman masa lalu. Ada yang merasa dirinya tidak layak dipakai Tuhan karena pernah jatuh dalam dosa, gagal dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan, atau pendidikan. Namun kisah Abraham mengingatkan bahwa Allah tidak melihat seseorang hanya dari masa lalunya. Allah melihat kemungkinan baru yang belum dilihat manusia.

Sebagai orang percaya, kita perlu belajar meninggalkan identitas lama dan mulai hidup dengan identitas yang Tuhan berikan. Jika Tuhan sudah mengampuni dan memulihkan, jangan terus menerus menghukum diri sendiri. Tuhan mampu memakai hidup yang sederhana sekalipun untuk menjadi alat kemuliaan-Nya. Sering kali perubahan terbesar bukan dimulai dari keadaan luar tetapi dari hati yang mulai percaya bahwa Allah masih bekerja dalam hidupnya.

HIDUPI TUJUAN ALLAH DALAM DIRIMU

Banyak orang hidup hanya untuk menjalani rutinitas bekerja, mencari uang, mengejar kenyamanan, lalu mengulanginya setiap hari. Tentu tidak salah bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi Tuhan ingin agar hidup orang percaya memiliki arah yang lebih besar daripada sekadar kepentingan pribadi. Allah memanggil setiap orang percaya untuk menghadirkan terang Kristus di mana pun ia berada.

Tidak semua orang dipanggil menjadi pengkhotbah atau pelayan penuh waktu tetapi setiap orang percaya dipanggil menjadi saksi Tuhan melalui hidupnya. Melalui kesabaran dalam keluarga, kejujuran dalam pekerjaan, perhatian kepada sesama, bahkan perkataan sederhana yang menguatkan, Tuhan dapat memakai hidup seseorang untuk memberkati orang lain. Ketika seseorang hidup dalam tujuan Tuhan, ia akan menemukan makna dan sukacita yang tidak dapat diberikan oleh dunia.

Kisah Abraham mengajarkan bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja bahkan pada usia yang dianggap sudah terlambat oleh manusia. Selama Tuhan masih memberi kehidupan, berarti Tuhan masih memiliki rencana. Oleh karena itu jangan pernah merasa terlalu tua, terlalu lemah, atau terlalu gagal untuk dipakai oleh Allah.

JANGAN PERNAH BATASI PEMAKAIAN TUHAN

Banyak orang mulai kehilangan semangat karena merasa kesempatan hidupnya sudah lewat. Ada yang berkata, “Kalau dulu aku lebih sungguh-sungguh, mungkin hidupku berbeda.” Ada juga yang merasa dirinya sudah tidak memiliki kemampuan seperti dahulu lagi. Namun Tuhan tidak pernah dibatasi oleh usia, kekuatan, maupun keadaan manusia.

Abraham menerima peneguhan janji Tuhan justru ketika usianya hampir seratus tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Allah sanggup bekerja bahkan ketika manusia merasa dirinya sudah tidak mungkin dipakai lagi. Tuhan sering memakai orang-orang yang merasa lemah supaya nyata bahwa semua terjadi karena pertolongan dan kuasa-Nya.

Oleh karena itu jangan menutup diri dari kesempatan untuk tetap bertumbuh, melayani, belajar, dan dipakai Tuhan. Selama masih ada kehidupan, masih ada kemungkinan baru yang Tuhan dapat kerjakan. Jangan membatasi Tuhan hanya karena keadaan diri sendiri! Apa yang tampak mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah.


***

"Jangan Batasi Kuasa Allah Dengan Keraguanmu. Sebab Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil."

***