• JAMINAN BAGI ORANG PERCAYA (JOHOR)
  • Mazmur 91
  • Johor
  • 2024-05-19
  • Pdm. Sonny J. Garing
  • https://gkga-sby.org/mobile/ibadah-umum/1574-jaminan-bagi-orang-percaya-2
jaminan-bagi-orang-percaya

Shalom,

Kita percaya Tuhan sudah menyediakan dan memberikan berkat-Nya kepada kita, orang percaya, hingga hari ini. Bahkan kita yakin Allah adalah tempat perlindungan yang kekal dan kita belajar menghitung hari-hari untuk beroleh hati bijaksana.

Kali ini sesuai dengan tema “Jaminan Bagi orang Percaya”, berkat apa yang kita terima melalui perenungan Mazmur 91?

  • Jaminan bagi orang percaya didasarkan pada pengenalan yang benar akan Tuhan (ay. 1,2).

“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

Dari kata ganti pertama “(a)ku”, jelas pemazmur mempunyai relasi pribadi dengan Tuhan. Sebenarnya masing- masing dari kita diberi kesempatan untuk berelasi dan mengenal Tuhan secara pribadi. Kalau begitu doa dan pelayanan kita ditujukan kepada siapa? Kalau kepada Allah yang kita percayai (my God whom i trust), kita pasti tidak akan asal-asalan atau sembarangan dalam beribadah dan pelayanan.

Berbicara tentang trust, kita akan menjunjung tinggi kepercayaan yang kita emban di bidang apa pun – dalam rumah tangga, pekerjaan sekuler maupun rohani dst. Kita tidak mungkin mempercayakan suatu tugas kepada orang yang tidak dapat dipercaya dan bekerja asal-asalan. Contoh: Rasul Paulus menulis kepada Timotius bagaimana dia (Paulus) rela menderita tanpa malu demi Tuhan yang dia percayai dan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya (2 Tim. 1:12). Paulus tahu kepada siapa dia percaya.

Pemazmur mengenal betul siapa Tuhan yang dipercayainya. Orang yang mengenal Tuhan digambarkan sebagai orang yang duduk (dwells = tinggal) dalam lindungan yang mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang mahakuasa. Istilah duduk atau bermalam menggambarkan tinggal bersama dalam satu tempat/rumah.

Istilah “duduk” juga disebut di Mazmur 1 yakni jangan duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm. 1:1). Mana yang kita pilih? Duduk dalam lindungan Tuhan atau duduk dalam kumpulan pencemooh?

Sementara istilah “tinggal bersama” bertujuan mau mengenal dengan benar siapa Tuhan itu seperti dilakukan oleh dua belas murid Yesus yang tinggal bersama-Nya dan mengenal-Nya dalam keseharian hidup. Di dalam kebersamaan, murid-murid mengenal siapa Guru mereka. Dalam konteks sekarang, kita mengenal Tuhan melalui pembacaan Firman Tuhan dengan tekun karena di dalam Firman, Ia menyatakan kehendak-Nya.

Introspeksi: sudahkah kita mempunyai pola hidup suka membaca Alkitab untuk mengenal Tuhan lebih dekat?

Ketika pemazmur mengenal Tuhan dengan benar, timbullah keyakinan/iman bahwa Tuhan memang tempat perlindungan yang dapat dipercaya.

Perlu diketahui jaminan perlindungan ini tidak datang dari manusia siapa pun tetapi berasal dari Allah yang mahatinggi nan mahakuasa. Siapa dapat menandingi dan menyaingi Tuhan dalam kedudukan dan kekuasaan? Tidak ada!

Pemazmur telah mencapai tingkat pemahaman akan Tuhan sedemikian rupa dan percaya bahwa Tuhan yang mahatinggi mengatasi segala langit dan kuasa di langit, segala musuh, segala kuasa jahat dan kegelapan bahkan mengatasi segala siasat buruk manusia yang mau mencelakai. Hendaknya kita juga memercayai hal ini sebagai jaminan bagi orang percaya.

Aplikasi: hendaknya kita suka membaca dan mendalami Firman Tuhan bahkan rela dikoreksi atas kesalahan kita. Dengan demikian kita makin mengenal Dia untuk beroleh jaminan keselamatan dari-Nya.

  • Jaminan bagi orang percaya dialami dengan benar bersama Tuhan (ay. 3-13).

Jaminan ini bukan sekadar teori tetapi dipraktikkan dan dijalani dalam kehidupan kita sehari-hari. Kali ini pemazmur menceritakan pengalamannya kepada orang lain yang percaya Tuhan.

Tampak berbagai macam perlindungan Tuhan diberikan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya seperti:

    • Melepaskan kita dari jerat penangkap burung yakni membebaskan kita dari siasat-siasat si jahat yang berupaya menjerat kita.
    • Melindungi dari penyakit sampar (wabah yang membawa kematian) dan ini sering dihubungkan dengan pedang, bala kelaparan juga ada hubungannya dengan hukuman Ilahi.
    • Melindungi kita di bawah sayap-Nya dari serangan musuh (ay. 4).
    • Melindungi kita dari rasa ketakutan (ay. 5).

Siapa dari kita tidak pernah merasa ketakutan akan kekurangan uang, hilang kesehatan, kedudukan dll.? Tuhan memberikan jaminan perlindungan dan damai sejahtera kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Kita akan menjadi penonton melihat pembalasan jatuh terhadap orang-orang fasik (ay. 8).

Tidak dapat dipungkiri, banyak pula orang percaya yang sakit dan berakhir dengan kematian. Namun bila kita meneliti lebih jauh, sadarkah kita akan pertolongan Tuhan selama kita beraktivitas di keseharian hidup? Sadarkah Tuhan turut campur tangan melindungi dan mengayomi jiwa kita?

    • Tuhan yang setia menjaga umat-Nya dari singa, ular tedung, anak singa dan ular naga (ay. 13). Ini menggambarkan perlindungan Tuhan bagi umat-Nya dari serangan kuasa kegelapan. Bukankah Ibllis mengaum-aum seperti singa berjalan keliling untuk menerkam mangsanya (1 Ptr. 5:8)?

Ular dengan bisa/racunnya dapat melumpuhkan orang yang dipatoknya → melumpuhkan iman orang percaya Singa mau merobek-robek kekudusan, kedamaian dan persatuan umat Tuhan.

    • Melindungi kita dari serangan Iblis yang memakai ayat-ayat sama untuk mencobai Yesus (ay. 11-12).

Namun Yesus mampu menangkis serangan Iblis yang licik ini dengan “Ada tertulis” itulah Firman Tuhan.

Aplikasi: memang Tuhan melindungi kita dan berperang ganti kita tetapi jangan kita kemudian mencobai Dia. Contoh: kita yang menderita diabetes dan kolestrol tidak menjaga makanan karena percaya Tuhan melindungi kita; ini namanya mencobai Tuhan. Bagaimana dengan orang percaya yang menderita terus menerus bahkan murid-murid-Nya mati tragis, apakah perlindungan Tuhan tidak berlaku bagi mereka? Tetap berlaku karena Ia mengetahui rancangan masa depan kita (Yer. 29:11) dan turut bekerja dalam segala sesuatu (keberkatan, kesusahan, kesakitan, penderitaan dll.) untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya (Rm. 8:28). Jadi dalam penderitaan dan kesesakan pun kita dapat melihat kebaikan Tuhan yang memampukan kita menjalaninya dan mengajar kita untuk bertekun kepada-Nya. Justru ketika kita menghadapi jalan buntu, Tuhan mengajar kita untuk berharap kepada-Nya. Tuhan menyediakan kebaikan melalui penderitaan. Adilkah Dia? Apa pun kondisi kita bahkan di titik paling rendah, Tuhan izinkan terjadi untuk kita mampu menjalaninya karena ada saatnya kita akan bangkit sebagai pemenang bahkan lebih daripada pemenang. Ingat, Roh Kudus menolong dan menghibur kita saat berada di dalam kesesakan (Yoh. 14: 15 – 17).

Siapa Roh Kudus yang dicurahkan 2.000 tahun lalu? Roh Kudus (= parakretos) → adalah istilah di dalam kemiliteran kekaisaran Romawi yang mana seseorang bertugas memberikan semangat kepada para prajurit yang akan masuk di dalam peperangan bahkan membisikkan suara kemenangan kepada mereka. Jadi kalau kita lemah, parakletos dalam diri kita akan menguatkan kita. Mana kala kita malas ke gereja, Roh Kudus mengingatkan kita untuk beribadah maupun melayani Tuhan.

    • Jaminan bagi orang percaya diteguhkan oleh Tuhan sendiri (ay. 14-16).

Di sini Tuhan melihat dari atas orang-orang yang mengasihi-Nya. Ia berjanji di dalam diri-Nya akan membentengi orang yang mengenal Nama-Nya dan yang hatinya melekat kepada-Nya. Bagaimana mungkin manusia yang hati dan pikirannya hanya fokus pada diri sendiri dapat melekatkan diri kepada Tuhan kalau bukan karena anugerah dari-Nya? Jelas, kalau kita dapat mengasihi Tuhan dan sesama, semua itu karena anugerah-Nya semata sebab Ia tahu kekuatan kita tidak seberapa (Why. 3:8). Apa yang mau kita banggakan?

Bila hati kita melekat kepada Tuhan, Ia akan menjawab seruan kita (ay. 15) sesuai dengan waktu-Nya dan Ia akan mengenyangkan kita dengan panjang umur (ay. 16) artinya perlindungan-Nya tidak berhenti hanya di dunia ini tetapi sampai pada kekekalan. Bukankah keselamatan dari Tuhan diberikan sekali untuk selama-lamanya (Yes. 45:17)?

Apakah kita masih meragukan keselamatan dan perlindungan dari Tuhan? Yakinlah jaminan bagi orang percaya diberikan kepada kita yang tekun membaca Firman Tuhan untuk mengenal Dia dengan benar. Kita melalui/menjalaninya dengan benar bersama-Nya dalam kondisi apa pun – senang maupun susah – karena semua terjadi seizin Tuhan untuk mengerjakan kebaikan. Ingat, ketika kita lemah, Roh Kudus/Parakletos yang ada di dalam kita memberikan kita semangat dan dorongan untuk hidup di dalam Dia. Dan tidak ketinggalan, jaminan bagi orang percaya diteguhkan oleh Tuhan sendiri. Amin.