• ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN YANG KEKAL (JOHOR)
  • Mazmur 90
  • Johor
  • 2024-05-12
  • Pdm. Yusuf Wibisono
  • https://gkga-sby.org/mobile/ibadah-umum/1571-allah-tempat-perlindungan-yang-kekal-2

Shalom,

Marilah kita duduk di kaki Yesus sebagai tempat terbaik untuk siap mendengarkan Firman Tuhan seperti dilakukan oleh Maria. Juga kita menyiapkan hati yang mau dinasihati dan dikoreksi oleh Firman-Nya.

Hari ini kita mempelajari Mazmur 90 dengan tema “Allah Tempat Perlindungan yang Kekal”. Mazmur ini berbicara tentang belajar menghitung hari-hari agar beroleh hati bijaksana.

Firman Tuhan menasihati, “Berbahagialah ia yang membacakan, mendengarkan kata-kata nubuat ini dan yang menuruti (keep = menyimpan) apa yang ada tertulis di dalamnya sebab waktunya sudah dekat.” (Why. 1:3)

Ternyata Alkitab juga menyinggung pelajaran matematika seperti: berhitung, perkalian (30x lipat, 60x lipat, 100x lipat; pengampunan 70x7x..) dst. Kita diajar menghitung hari-hari; bila di hadapan Tuhan satu hari = 1.000 tahun (Mzm. 90:4) maka manusia yang berumur 100 tahun = 1/10 dari 1000. Dengan kata lain umur manusia tidak sampai satu hari di hadapan-Nya. Itu sebabnya manusia bagaikan rumput di waktu pagi berkembang di waktu petang lisut dan layu (ay. 6).

Seperti Kitab Mazmur (1 – 150) dibagi menjadi lima jilid, demikian pula hidup manusia terbagi menjadi 5 periode, yakni:

  • Masa dalam kandungan (Mzm. 71:6)
  • Masa kecil (ay. 16)
  • Masa muda (ay. 5b)
  • Masa tua (ay.18)
  • Masa tua ketika kekuatan telah habis (ay.9).

Bagaimana dengan hidup Musa, abdi/hamba Allah? Hidupnya terbagi dalam 3 periode: (1). dari bayi – 40 tahun hidup di istana Firaun, Mesir (2). 40 – 80 tahun tinggal di Midian menggembalakan kambing domba mertuanya (3). 80-120 tahun di padang gurun menggembalakan bangsa Israel. Dia mati di usia 120 tahun di tanah Moab (Ul. 34:5-7) dan tetap setia kepada Allah hingga akhir hidupnya. Hidup Musa diproses oleh Allah dan dia mengikuti perintah-Nya sebagai guidance untuk hidup. Hidup Musa ditata/diatur oleh Tuhan walau dia seorang pembunuh waktu hidup di Mesir, dia diproses menjadi gembala selama 40 tahun sebelum menjadi pemimpin bangsa Israel.

Abraham juga diproses oleh Tuhan dengan janji keturunannya akan banyak seperti bintang-bintang di langit yang tak terhitung jumlahnya (Kej. 15:5) padahal di usia 100 tahun baru mempunyai anak Ishak. Itu pun nanti diminta Tuhan agar dia mempersembahkan Ishak di Gunung Moria (Kej. 22). Iman Abraham diuji dan dia lulus ujian lalu Malaikat Tuhan meneguhkan janji-Nya, “Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.” (ay. 17)

Aplikasi: hendaknya kita menjadi bintang-bintang yang dipilih Tuhan untuk bercahaya di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat (Flp. 2:15). Demikian pula saat Yesus dipermuliakan di atas gunung, wajah-Nya bercahaya seperti matahari kemudian terdengar suara dari dalam awan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!” (Mat. 17:5)

Kita harus memiliki periode yang berkarakteristik konsisten – dari lahir sampai tua habis kekuatan tetap konsisten mengakui hanya Tuhan satu-satunya yang patut disembah. Tentu keyakinan ini timbul dari hati yang dipenuhi Firman hasil pengenalan peribadi dengan Tuhan (bukan kata orang) seperti dialami oleh Ayub yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ay. 1:1). Bila kita mengenal Tuhan secara pribadi, mulut akan memuliakan Tuhan dan kesaksian akan meluncur dengan mudah setelah hati diubah. Kita diproses dan dibentuk menjadi sama dengan wujud gambar-Nya. Kita harus beriman sebab segala sesuatu yang dikerjakan tanpa iman adalah dosa. Kita tahu iman datangnya dari mendengar Firman Kristus (Rm. 10:17) yang diterima dengan rendah hati sebab tinggi hati mendahului kejatuhan (Ams. 16:18). Waspada, orang yang tinggi hati menjadi sasaran empuk untuk diserang Iblis.

Dalam pola pengajaran Tabernakel: tenda Tabernakel, tenda bulu kambing, tudung dari kulit domba jantan diwarnai merah, tudung kulit lumba-lumba menggambarkan perlindungan. Tuhan melindungi kita berlapis-lapis asal kita menjadi tabernakel-Nya, ditandai dengan ketaatan akan Firman Tuhan maka kita akan mendapat perlindungan kekal dari-Nya.

Musa mengingatkan agar kita menghitung hari-hari supaya menjadi orang bijaksana. Apa ciri-ciri orang bijak? Mendirikan rumahnya di atas batu sehingga tidak rubuh ketika hujan, banjir dan angin datang menyerang (Mat. 7:24- 25). Orang bijak tidak hanya mendengarkan Firman Tuhan tetapi juga melakukannya. Contoh: pelayan-pelayan pesta di Kana menurut perintah Yesus untuk memenuhi tempayan-tempayan dengan air; alhasil terjadilah mukjizat air menjadi anggur (Yoh. 2:7-9); Naaman yang sakit kusta ditahirkan setelah menurut disuruh mandi tujuh kali di Sungai Yordan (2 Raja. 5:14) dll. Hidup kita perlu diisi Firman Tuhan hingga penuh dan keluar dari mulut berupa kesaksian. Kita diubah bukan menjadi debu tetapi menjadi bintang bercahaya yang tidak dipengaruhi oleh gaya gravitasi dunia.

Orang benar menyinari dunia seperti rembang tengah hari (Ams. 4:18). Dikatakan orang benar setelah melalui proses: dibenarkan, disucikan hingga dimuliakan – pengalaman kematian, kebangkitan dan kemuliaan. Saat dalam proses kematian, tidak ada sungutan maupun omelan keluar dari mulut bagaikan orang mati yang diam total hingga tiba waktunya Tuhan membangkitkannya menjadi ciptaan baru untuk terus menerus dikuduskan oleh Firman-Nya. Hanya orang yang sudah lahir baru (mengalami keubahan hidup) dapat masuk dalam Kerajaan Allah (Yoh. 3:5).

Marilah kita hidup bijaksana dengan pandai menghitung hari-hari dan mengisi waktu yang ada dengan hidup berkenan kepada Tuhan melalui keubahan hidup agar kita beroleh perlindungan kekal dari-Nya. Amin.